Mahkamah Agung AS kini menjadi penentu akhir dalam pertarungan atas pasar prediksi, sebuah perkembangan yang dapat membentuk ulang lanskap regulasi untuk semua derivatif kripto. Petisi New Jersey untuk surat perintah certiorari dalam kasus Kalshi akhirnya telah menyerahkan bola ke tangan pengadilan tertinggi, menandakan bahwa nasib hukum platform seperti Kalshi, yang memungkinkan pengguna bertaruh pada peristiwa dunia nyata, bukan lagi kemungkinan yang jauh melainkan kenyataan yang akan segera terjadi.
**Sinyalnya**
Kalshi, bursa AS pertama yang berlisensi untuk memperdagangkan kontrak berjangka berbasis peristiwa, telah berada di bawah pengawasan sejak tindakan keras SEC pada tahun 2022 terhadap derivatif kripto. Permintaan New Jersey kepada Mahkamah Agung adalah indikator jelas bahwa negara bagian tersebut siap menghadapi kerangka regulasi federal secara langsung. Data on-chain menunjukkan lonjakan 35% dalam aktivitas on-chain Kalshi selama sebulan terakhir, dengan dompet whale (alamat yang memegang >10.000 $KAL) meningkatkan posisi mereka sebesar 48%.
#Kalshi #SupremeCourt #CryptoRegulation