Soluna Holdings melaporkan lonjakan tajam pada pendapatan kuartal kedua saat perusahaan memperluas operasi pusat data bertenaga energi terbarukan dan terus mengembangkan strategi infrastrukturnya untuk AI.
Namun, pipeline pusat data headline 6,3 GW perusahaan saat ini mewakili peluang pengembangan yang jauh lebih besar dibandingkan jejak operasinya. Per 1 Agustus, hanya 192 MW, atau sekitar 3%, yang beroperasi di tiga situs yang sepenuhnya sudah berenergi.
Kontras tersebut menyoroti tantangan utama di balik pergeseran Soluna ke AI: mengubah pipeline besar kapasitas potensial menjadi infrastruktur yang menghasilkan pendapatan.