UBS: Emas Akan Mencapai $5,900/oz pada Akhir Tahun 2026 karena Pelonggaran Fed dan Permintaan Bank Sentral
UBS baru-baru ini menaikkan target harga emasnya, memperkirakan bahwa logam mulia ini akan mencapai $5,900 per ons pada akhir 2026. Analis di bank tersebut memperkirakan emas bisa naik lebih tinggi lagi, mencapai $6,200 per ons pada Maret 2026 dan mempertahankan level tersebut hingga September, sebelum penurunan modest di akhir tahun setelah pemilihan menengah AS.
Penggerak Utama Perkiraan UBS
Pelonggaran Federal Reserve: Penurunan yang diharapkan dalam suku bunga riil AS diperkirakan akan menurunkan biaya peluang untuk memegang aset tanpa hasil, sehingga meningkatkan permintaan untuk dana yang diperdagangkan di bursa emas (ETF).
Pembelian oleh Pemerintah & Bank Sentral: Permintaan yang kuat dari bank sentral dan dana kekayaan negara diperkirakan akan berlanjut, dengan pembelian diperkirakan mencapai 900 metrik ton pada 2026.
Ketidakpastian Geopolitik dan Fiskal: Meningkatnya ketegangan geopolitik, defisit fiskal AS, dan kekhawatiran kebijakan terkait pemilihan menengah 2026 memperkuat status emas sebagai aset safe-haven utama.
Konteks Pasar dan Perbandingan Institusi
Per 11 Februari 2026, emas spot diperdagangkan mendekati $5,128.60, telah melonjak sekitar 18% sejak awal tahun. Sementara UBS termasuk yang paling optimis, institusi besar lainnya juga telah merevisi target akhir tahun 2026 mereka:
J.P. Morgan: Memperkirakan harga rata-rata $5,055/oz pada Q4 2026, dengan potensi mencapai $6,300.
Goldman Sachs: Menaikkan targetnya menjadi $5,400/oz.
Bank of America: Memproyeksikan rata-rata $4,400/oz dengan puncak $5,000.
Wells Fargo: Memperkirakan rentang antara $6,100 dan $6,300.
$XAU
$XAG
#goldprice #UBS #GoldSilverRally #SafeHaven #PerkiraanPasar