Setelah disebutkan dalam surat dari pengacara Etherscan, Robinscan tidak memilih untuk berkonfrontasi keras, melainkan langsung mengerjakan ulang tampilannya.
Enam poin “kesamaan” yang disebutkan pihak lawan sangat rinci: bilah pencarian, tata letak beranda, bahkan tombol “Got it!” pada spanduk Cookie juga dimasukkan. Tim Robinscan menyatakan desain versi baru sudah diluncurkan, sekaligus meminta maaf atas kekurangan dan keterlambatan data selama masa migrasi.
Hal penting dari kasus ini adalah: data di rantai bisa dibuka secara transparan, tetapi antarmuka browser, interaksi, dan desain visual tetap merupakan ekspresi yang dilindungi. Bisa cepat meniru fungsinya tidak berarti boleh menyalin tampilan depan sepenuhnya, dan tidak berarti bisa menghemat pekerjaan desain maupun urusan hukum.
Bagi pihak yang ingin membuat pemindai (scanner), mungkin lebih baik fokus pada pengalaman pengguna dan fitur-fitur pembeda, bukan “menghormati” struktur halaman produk ternama. Menurutmu, batas sejauh mana UI boleh dijadikan referensi harus ditetapkan di mana?
#Robinscan #Etherscan #RobinhoodChain