Agen AI otonom tidak lagi terkurung dalam peran asisten digital. Mereka dengan cepat berkembang menjadi pengambil keputusan independen yang mampu beroperasi dengan pengawasan manusia yang minimal. Dari mengeksekusi perdagangan dan mengelola posisi DeFi hingga menganalisis dataset kompleks dan berpartisipasi dalam pemerintahan, agen-agen ini semakin menjadi aktor kelas satu dalam sistem Web3.
Perubahan ini menandai kebangkitan AI agentik—sebuah paradigma di mana kecerdasan tidak hanya otomatis, tetapi juga akuntabel, transparan, dan terintegrasi secara nativ ke dalam infrastruktur terdesentralisasi.