Reuters: Vitol ingin memperluas jangkauan dan melakukan persiapan untuk membuka kantor di Venezuela
Berbagai perusahaan perdagangan, termasuk Vitol, telah mengekspor sebagian besar produksi minyak Venezuela tahun ini.
Perusahaan perdagangan energi dan barang kebutuhan pokok, Vitol, tengah melakukan persiapan awal untuk membuka kantor di Venezuela.
Menurut laporan Reuters, tiga sumber menyebutkan bahwa rencana Vitol menunjukkan adanya kepercayaan terhadap negara Karibia tersebut dan pada kesepakatan minyak yang ditandatangani awal tahun ini, untuk ekspor hingga 50 juta barel minyak.
Perlu dicatat bahwa perusahaan-perusahaan seperti Vitol, Trafigura, dan perusahaan perdagangan lainnya telah mengekspor sebagian besar produksi minyak Venezuela tahun ini, dalam kerangka perjanjian yang disepakati dengan Petróleos de Venezuela S.A. (PDVSA), yang diawasi oleh Pemerintah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Sumber-sumber yang mengetahui persoalan itu menjelaskan bahwa kantor yang akan dibuka di Caracas pada awalnya akan memberikan pekerjaan kepada sekitar selusin orang, khususnya pada posisi yang terkait dengan perdagangan.
Henry Medina, direktur Vitol untuk Amerika Latin, mengatakan melalui surel kepada media internasional bahwa «selama bertahun-tahun, Vitol telah menjaga hubungan yang kuat dengan PDVSA».
Ia menambahkan bahwa mereka berharap «untuk mengonsolidasikan hubungan ini dan mengembangkan aliansi baru di Venezuela, serta kehadiran yang signifikan di negara tersebut».
Selain itu, dua sumber menyebutkan bahwa Mario Pantoja, yang bekerja untuk Chevron selama 35 tahun, kemungkinan akan menjadi pihak yang memimpin kantor di Venezuela.
#Vitol #venezuela #ChevronAcciones #PDVSA #caracasvenezuela $CL $BZ $NATGAS