Ketika Bumi Berguncang, Nilai Harus Berbicara Lebih Keras
Hari ini, gempa bumi yang kuat melanda Tajori, Lakki Marwat di Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, mengguncang rumah dan hati. Dalam momen seperti ini, ketakutan mengingatkan kita betapa rapuhnya hidup, dan betapa dekatnya kita dengan ketidakpastian.
Selain itu, hujan terus-menerus telah turun selama hampir 7 hari terakhir, dan kami berdoa untuk keselamatan, bantuan, dan kasih sayang dari Allah untuk rakyat kami. Momen-momen ini seharusnya membawa kita lebih dekat untuk merenung, bukan mengalihkan perhatian.
Namun, menyakitkan melihat bahwa beberapa perayaan telah jauh dari martabat akar kita. Di beberapa bagian masyarakat Pashtun hari ini, pernikahan ditandai dengan suara DJ yang keras, kembang api, dan kebisingan yang tidak perlu—bahkan ketika sekeliling dipenuhi dengan kesulitan.
Hari ini, selama Namaz-e-Jumma, Molana Sahib dengan jelas meminta agar jika ada pernikahan atau pertunangan, maka sampaikan ucapan selamat—tetapi demi Allah, hindari musik keras, suara DJ, dan gangguan kepada orang lain.
Sejarah kita berakar pada kehormatan, disiplin, dan kesederhanaan. Dalam masa krisis, keheningan, doa, dan kepekaan membawa kekuatan lebih daripada kebisingan. Mari kita kembali kepada nilai-nilai kita sebelum kita kehilangannya sepenuhnya.
#EarthquakeNews #pashtun #pathan #Rain #KhyberPakhtunkhwa #pakistan
@Bilawal Ashiq @QAZAXLI3535 @HeadBanger @曦云 @Yi He @CipherX零号 @CZ @小猪天上飞-Piglet @satoshisgf @Square-Creator-b3d87201fae1c