#Parigi $PSG Kota Paris telah memutuskan untuk memberikan kewarganegaraan kehormatan kepada semua warga Palestina.
Keputusan ini sarat nilai politik, dan ditujukan untuk memicu kontroversi di dalam maupun di luar Prancis.
Rancangan tersebut diadopsi oleh pemerintahan sosialis yang memimpin ibu kota Prancis.
Dalam naskahnya, secara terang-terangan dikecam apa yang disebut "perang terburuk dalam sejarah bagi penduduk sipil di Gaza" dan diungkap adanya situasi kemanusiaan yang masih "sangat memprihatinkan".
Alasan pemberian ketetapan itu dirangkum di hadapan dewan kota, dengan kehadiran duta besar Palestina, dalam sebuah kalimat tegas: "Kewarganegaraan kehormatan bukanlah simbol, melainkan komitmen untuk perdamaian".
Tindakan ini masuk dalam perdebatan yang melanda seluruh Eropa terkait perang di Gaza dan pengakuan Negara Palestina.
Namun tentu saja, hal ini juga menunjukkan perpecahan internal di Paris sendiri: hanya beberapa minggu sebelumnya, dewan kota yang sama justru menolak usulan yang diajukan oleh sayap kiri radikal La France Insoumise untuk memberikan kewarganegaraan kehormatan kepada Francesca Albanese, pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Wilayah Palestina yang Diduduki. Dalam usulan itu, mosi ditolak dengan 76 suara menentang dan 48 suara mendukung.
Dua keputusan yang berlawanan dalam jarak hanya beberapa minggu, untuk tema yang sama, di kota yang sama. Sebagai bukti bahwa persoalan ini tetap, di mana pun, sangat memecah belah.
Sumber: La Repubblica
Entah kenapa Eropa selalu menunjukkan sisi kemanusiaannya. ๐
Damai dan cinta untuk semua ๐