Keuangan terdesentralisasi sedang mengalami evolusi mendasar.
Pada tahap awalnya, DeFi 1.0 meletakkan fondasi utama: automated market maker (AMM), bursa terdesentralisasi (DEX), dan protokol pinjaman dengan agunan. DeFi 2.0 mendorong batasan dengan memperkenalkan protokol pengelolaan likuiditas dan komposabilitas lintas aplikasi. Namun, kedua siklus tersebut mengalami keterbatasan mendasar yang sama: keduanya sepenuhnya beroperasi di ranah kripto. Kumpulan agunan yang mendasarinya hampir seluruhnya terdiri atas token tata kelola yang volatil dan spekulatif serta altcoin dengan beta tinggi. Ketika likuiditas mengering, likuidasi berantai dan spiral penurunan yang saling memperkuat pun tak terhindarkan.