📉 Apakah Bitcoin adalah "emas digital" atau mesin penarik uang?
Greg Cipolaro, Kepala Analisis di NYDIG (Grup Investasi Digital New York), mengeluarkan pernyataan yang tajam namun jujur: di saat pasar tertekan, para investor telah menjadikan Bitcoin (BTC) sebagai "mesin penarik uang" biasa. 🏧
Mengapa ini bisa terjadi?
Meskipun memiliki status sebagai aset lindung nilai, dalam praktiknya, ketika dana besar membutuhkan aliran kas mendesak, Bitcoin sering kali menjadi aset pertama yang "dijual". Ketika bank sentral di berbagai negara membeli emas dengan gila-gilaan dan mendorong harganya naik, Bitcoin justru menghadapi tekanan ganda:
"Penjualan koin lama": Pemegang jangka panjang dan dompet paus mulai bertindak, menciptakan kelebihan pasokan di bursa. Reputasi yang terpengaruh: BTC adalah tempat berlindung dari krisis secara teori, namun saat ini gagal dalam praktiknya. Investor masih menganggapnya sebagai aset berisiko tinggi, dan saat perlu menutupi kerugian di bidang lain, paling mudah untuk dilikuidasi.
Apa kata data?
Analis CryptoQuant telah mengonfirmasi tren yang mengkhawatirkan ini: indikator permintaan Bitcoin telah turun dari "level hijau" sekitar pertengahan tahun 2025 ke "level merah" pada Januari 2026. 🔴
Kesimpulan:
Cipolaro sangat yakin bahwa BTC sangat cocok untuk melindungi dari risiko devaluasi jangka panjang mata uang fiat. Namun, sebelum investor global melihat krisis saat ini sebagai "kiamat sistem", emas akan tetap menjadi aset lindung nilai pilihan, sementara Bitcoin terus berfungsi sebagai alat volatilitas untuk mendapatkan likuiditas.
Jadi, bagaimana Anda menangani BTC di tengah gejolak pasar?
💎 Tetap pegang apapun yang terjadi?
💰 Menjual dan menukarnya dengan stablecoin atau emas sebagai lindung nilai?
#Bitcoin #BTC #CryptoNews #NYDIG #GoldVsBitcoin