China sedang membuat berita di dunia energi nuklir dengan menghidupkan kembali dan memajukan teknologi yang pertama kali dieksplorasi selama Perang Dingin tetapi ditinggalkan di Barat beberapa dekade yang lalu. Peneliti di Shanghai telah berhasil menunjukkan bahwa **reaktor garam leleh** dapat mengubah **thorium menjadi uranium fisil**, yang berpotensi membuka jalan baru untuk bahan bakar nuklir yang tidak bergantung pada uranium yang ditambang.
Tidak seperti reaktor nuklir klasik yang menggunakan batang uranium padat dan air bertekanan, sistem baru ini berjalan dengan campuran cairan garam leleh yang dipanaskan hingga sekitar 750 °C. Dalam pengaturan ini, thorium yang terlarut dalam cairan menyerap neutron dan berubah menjadi uranium-233 — bahan yang dapat mempertahankan reaksi berantai nuklir. Eksperimen ini adalah pertama kalinya konversi ini telah dibuktikan dalam kondisi dunia nyata, bukan hanya dalam model komputer.