Berdasarkan informasi terbaru dari kantor berita AFP di Timur Tengah, kelompok Houthi di Yaman telah menyelesaikan penetapan kendali atas seluruh wilayah Selat Mandeb (Bab el-Mandeb). Ini merupakan langkah eskalasi geopolitik yang sangat mengkhawatirkan, dengan secara langsung memblokade salah satu titik kemacetan maritim paling sensitif yang menghubungkan Laut Merah dan Samudra Hindia.
Peristiwa ini menandai risiko gangguan terhadap rantai pasok global melonjak tajam, melampaui skenario perkiraan sebelumnya. Selat Mandeb adalah jalur nadi untuk mengangkut sebagian besar energi dan barang dagangan komersial antara Asia dan Eropa. Dengan Houthi menguasai wilayah tersebut, pelayaran melalui Terusan Suez akan lumpuh, memaksa perusahaan pelayaran untuk beralih rute lewat Tanjung Harapan, sehingga mendorong biaya angkutan dan asuransi naik secara mencolok.
Di pasar keuangan, kabar ini langsung memicu gelombang pencarian aset lindung nilai (safe haven). Harga minyak mentah menghadapi tekanan kenaikan yang kuat akibat kekhawatiran terhadap pasokan, sekaligus membawa risiko inflasi kembali. Imbal hasil obligasi dan dolar AS dapat berfluktuasi dengan cara yang sulit diprediksi, sementara pasar saham global berada di bawah tekanan koreksi tajam akibat sentimen menghindari risiko (risk-off).
Untuk pasar kripto, sentimen kehati-hatian jangka pendek dapat membuat arus dana spekulatif mundur atau melambat. Namun, jika ketegangan geopolitik berkepanjangan melemahkan kepercayaan pada sistem moneter tradisional, arus dana dapat mempertimbangkan
$BTC sebagai kanal penyimpanan nilai yang terdesentralisasi dan sebagai pelindung dari ketidakpastian global.
#diachinhtri #nangluong #houthi