Meskipun tidak semua trader kehilangan uang, statistik menunjukkan bahwa 70-90% trader ritel melakukannya, sering kali karena jebakan yang dapat dihindari. Berikut adalah sepuluh alasan kunci, diambil dari pola umum dalam data trading dan penelitian:
1. Kurangnya Rencana Trading yang Jelas: Banyak trader terjun tanpa strategi yang jelas untuk masuk, keluar, atau ukuran posisi, yang mengarah pada keputusan acak dan hasil yang tidak konsisten.
2. Manajemen Risiko yang Buruk: Trader sering kali mempertaruhkan terlalu banyak modal per perdagangan (misalnya, lebih dari 1-2%) atau melewatkan perintah stop-loss, mengubah kerugian kecil menjadi bencana yang menghapus akun.