Berhenti scroll saat melihat chart ini — ini chart 1D milik
$JELLYJELLY , dan satu lonjakan itu menceritakan semuanya.
Latar belakang: Diluncurkan pada Januari 2025 oleh pendiri Venmo, Iqram Magdon-Ismail, memecoin Solana ini sempat menembus sekitar kapitalisasi pasar $250M sebelum akhirnya meredup.
Kisah dramanya: Pada 26 Maret 2025, seorang trader membuka posisi terkoordinasi di tiga akun Hyperliquid — dua long, satu short besar. Lalu mereka melakukan pembelian spot on-chain dalam jumlah besar, mendorong harga naik 400%+, yang melikuidasi posisi short mereka sendiri dan menjatuhkannya ke vault HLP milik Hyperliquid. Dalam hitungan menit, kerugian yang belum terealisasi di vault tersebut mencapai sekitar ~$12–13M.
Dampaknya: Validator Hyperliquid memilih untuk mende-list JELLY dan menutup posisi secara manual pada harga yang sudah ditetapkan — langkah yang menuai kritik besar soal seberapa benar-benar "terdesentralisasi" bursa itu. Tak lama setelah itu, Binance dan OKX mencatatkan JELLY perpetual, mendorong harga makin jauh.
Sekarang, chart menunjukkan harga kembali ke zona datar/stabil (~$0.055), tapi wick besar itu masih jelas terlihat — pengingat betapa rapuhnya pasar ketika likuiditas menipis.
Sejarah kripto tidak terulang, tapi berima. 🔁
#JELLYJELLY #HyperliquidExploit #CryptoDrama #MarketManipulation ⚠️ Bukan nasihat keuangan — hanya analisis historis berbasis chart.