Habib dan Webb pertama kali bergandengan mengamati bongkahan es kecil di luar Neptunus: kelompok paling kecil—warnanya ternyata mirip dengan “kakak”-nya, seolah “masih mengingat” seperti apa dirinya saat baru lahir.
Menurut rilis pers NASA 2026-09-08: tim peneliti menggunakan Habib untuk cahaya tampak dan Webb untuk inframerah, menganalisis 27 benda langit lemah baru yang berada di luar Neptunus (TNO). Dua makalah pendamping diterbitkan pada hari yang sama di *The Astronomical Journal*. Sebagian besar bongkahan es ini sekitar lebih dari 100 juta kali lebih redup dibanding objek yang masih terlihat oleh mata telanjang; Webb melihat satu yang paling kecil dengan diameter sekitar 5 kilometer (sekitar 3 mil), kira-kira hanya seperlima dari batas deteksi teleskop berbasis darat yang paling sensitif.
Poin penting apertur: sebelumnya diduga TNO kecil akan “tergesek” dan tergerus akibat tumbukan hingga warnanya berbeda dari yang berukuran besar; hasilnya, objek kecil dari kelompok dingin (orbit mendekati lingkaran dan berada dekat bidang ekliptika) dan kelompok panas (eksentrisitas tinggi, dahulu terdorong keluar oleh gangguan planet luar pada fase awal) menunjukkan hubungan warna yang tetap dekat dengan kerabat yang lebih besar. Selain itu, Webb juga menemukan bahwa jumlah benda-benda kecil lebih sedikit dibanding perkiraan beberapa model pembentukan planet.
Verifikasi ulang independen: surat kabar kampus University of North Arizona dan Newswise (rilis STScI) pada hari yang sama mengonfirmasi poin-poin utama seperti “pertama kali menggunakan Habib + Webb”, 27 TNO baru yang redup, warna benda-benda kecil yang mirip dengan objek berukuran lebih besar, serta jumlah yang cenderung lebih sedikit—konsisten dengan NASA.
Gambar: ilustrasi konseptual (Artwork: NASA, ESA, Leah Hustak / STScI), bukan foto langsung teleskop yang nyata.
Data per: 2026-09-08 (rilis NASA / STScI)
#Hubble #Webb