Hampir saja aku terseret ke jurang, tapi aku menghidupkan kartu buruk dengan ritme trading
Beberapa belas tahun lalu, aku masih mahasiswa biasa. Karena ulah teman sekamar yang pikirannya gila-gilaan dan suka membohongi orang, kepalaku langsung panas, aku putus kuliah dan terjun ke dunia nyata.
$GAU.US Baru setelah benar-benar keluar kampus, aku sadar kenyataannya sama sekali berbeda dengan “janji-janji manis” yang dia gambarkan. Setiap hari aku berkeliaran di bar dan klub malam, melihat keramaian, tapi pelan-pelan arah hidupku bergeser ke luar kendali. Sampai pada saat dia ingin menyeretku ke jalan yang salah, aku benar-benar tersadar: langsung memutus semua hubungan dan melapor ke polisi. Tapi biayanya sangat berat—kuliahku langsung berhenti, aku sampai berkonflik sampai titik beku dengan keluargaku, dan hidupku hampir nol dari awal.
Kemudian saat bekerja di toko baju cewek, aku bertemu Kak Zhang. Untuk pertama kalinya, aku menyentuh ambang batas dunia trading. Dia tidak mengoceh dengan banyak omong kosong; hanya bilang kalau pasar itu seperti candle (K line) yang naik-turun bolak-balik, dan hal paling berharga adalah ritme.
Aku mengandalkan satu set sistem rolling-in dan controlling posisi yang sederhana untuk perlahan berdiri di tempatku: mulai dengan 15% untuk uji coba guna mencari arah sampai jelas, hanya menambah posisi dari profit yang didapat—tidak pernah menyentuh pokok modal. Lalu take profit secara bertahap dalam tiga langkah: pertama kunci modal, lalu kendalikan penarikan (drawdown), terakhir sisakan posisi kecil untuk mengikuti tren agar profit terus mengalir. Dengan keras kepala, kartu buruk di tahun itu akhirnya pelan-pelan jadi teratur.
#gonnarich