Binance Square
#fypcrypto

fypcrypto

61 penayangan
3 Berdiskusi
blockchainsaga
·
--
Artikel
Paradoks Crypto RI: 23 Juta Investor Masuk, Tapi Transaksi Anjlok 28% - Ada Apa?Pasar crypto Indonesia lagi nunjukin gejala aneh. Di satu sisi, adopsi makin gila. Di sisi lain, dompet ritel makin ngerem. Data terbaru OJK per Juli 2026 mencatat jumlah akun konsumen aset kripto terus tumbuh, mencapai 22,93 juta akun hingga Juli 2026 atau naik 1,03% secara bulanan. Kalau dibanding tahun lalu, naiknya brutal: naik 39% secara tahunan dibanding Juli 2025 yang tercatat 16,50 juta akun. Hampir 23 juta orang sudah punya akun di Pedagang Aset Keuangan Digital. Naik dari 22,69 juta di Juni 2026. Tapi... Nilai transaksi kripto turun 28,2% menjadi Rp20,52 triliun pada Juli 2026. Turun dari Rp28,58 triliun di Juni. Kalau dibanding Juli 2025 yang Rp52,46 triliun, anjloknya 60,9%. Akumulasi Januari - Juli 2026 baru Rp171,12 triliun. Ini yang bikin Peringkat Adopsi Kripto Indonesia Turun ke Posisi 14 Global padahal user-nya naik terus. Kenapa Bisa Begitu? BMID Bedah 3 Pemicunya: 1. Mode "Cuma Koreksi Biasa" Ingat akhir September lalu? Bitcoin dan IHSG kompak anjlok barengan. Timeline Instagram isinya cuma meme "cuma koreksi biasa". Banyak ritel yang kena stop-loss, apalagi yang long SOL dan altcoin. Akhirnya mereka pilih nggak trading dulu. OJK sendiri bilang penurunan ini lebih dipengaruhi dinamika dan fluktuasi aktivitas pasar, bukan serta-merta mencerminkan turunnya kepercayaan konsumen. 2. Investor Baru = Modal Receh, Investor Lama = Wait & See User baru yang masuk di 2026 kebanyakan masuk lewat program Rp10 ribu - Rp50 ribu. Jadi akun naik, tapi volume nggak ikut naik. Sementara whale dan trader lama lagi nunggu kepastian. Saat ini BTC nahan di $86,436 di 5 Oktober, sempat mau tembus $87k - high 8 bulan tapi ketahan. Ritel nunggu breakout beneran baru berani all-in lagi. 3. Dana Pindah ke Derivatif & Emas? Data OJK juga nyebut transaksi derivatif aset keuangan digital turun 18,53% jadi Rp3,41 triliun. Artinya bukan cuma spot yang sepi. Sebagian trader lari ke emas yang lagi ATH atau sekalian hold stablecoin nunggu Fed. Jadi, Sinyal Bahaya atau Sinyal Matang? Menurut OJK, kepercayaan konsumen masih tetap terjaga meski transaksi turun. Ini fase konsolidasi yang sehat. Bagi gw, ini justru sinyal market Indonesia makin dewasa: • Dulu: Harga turun dikit langsung panic sell, akun tutup. • Sekarang: Harga turun 28%, akun malah naik 1%. Artinya orang nggak kapok, mereka cuma lagi sabar. Kalau transaksi balik naik di atas Rp28 triliun lagi di Q4, dengan 23 juta akun sebagai basis, itu bisa jadi bahan bakar bull run lokal yang serius. Gimana menurut kamu? Kamu tim yang akunnya nambah tapi lagi ngerem trading, atau tetap gas tiap hari? Tulis di komen. Data :Akun: 22,93 Juta (+1,03% MoM / +39% YoY)Transaksi Juli: Rp20,52 T (-28,2% MoM)Transaksi Juni: Rp28,58 TAdopsi Global: Rank 14 (turun) #CryptoID #traderindonesia #HODLIndonesia #FYPcrypto #CryptoPemula

Paradoks Crypto RI: 23 Juta Investor Masuk, Tapi Transaksi Anjlok 28% - Ada Apa?

Pasar crypto Indonesia lagi nunjukin gejala aneh. Di satu sisi, adopsi makin gila. Di sisi lain, dompet ritel makin ngerem.
Data terbaru OJK per Juli 2026 mencatat jumlah akun konsumen aset kripto terus tumbuh, mencapai 22,93 juta akun hingga Juli 2026 atau naik 1,03% secara bulanan. Kalau dibanding tahun lalu, naiknya brutal: naik 39% secara tahunan dibanding Juli 2025 yang tercatat 16,50 juta akun.
Hampir 23 juta orang sudah punya akun di Pedagang Aset Keuangan Digital. Naik dari 22,69 juta di Juni 2026.
Tapi...
Nilai transaksi kripto turun 28,2% menjadi Rp20,52 triliun pada Juli 2026. Turun dari Rp28,58 triliun di Juni. Kalau dibanding Juli 2025 yang Rp52,46 triliun, anjloknya 60,9%. Akumulasi Januari - Juli 2026 baru Rp171,12 triliun.
Ini yang bikin Peringkat Adopsi Kripto Indonesia Turun ke Posisi 14 Global padahal user-nya naik terus.
Kenapa Bisa Begitu? BMID Bedah 3 Pemicunya:
1. Mode "Cuma Koreksi Biasa"
Ingat akhir September lalu? Bitcoin dan IHSG kompak anjlok barengan. Timeline Instagram isinya cuma meme "cuma koreksi biasa". Banyak ritel yang kena stop-loss, apalagi yang long SOL dan altcoin. Akhirnya mereka pilih nggak trading dulu. OJK sendiri bilang penurunan ini lebih dipengaruhi dinamika dan fluktuasi aktivitas pasar, bukan serta-merta mencerminkan turunnya kepercayaan konsumen.
2. Investor Baru = Modal Receh, Investor Lama = Wait & See
User baru yang masuk di 2026 kebanyakan masuk lewat program Rp10 ribu - Rp50 ribu. Jadi akun naik, tapi volume nggak ikut naik. Sementara whale dan trader lama lagi nunggu kepastian. Saat ini BTC nahan di $86,436 di 5 Oktober, sempat mau tembus $87k - high 8 bulan tapi ketahan. Ritel nunggu breakout beneran baru berani all-in lagi.
3. Dana Pindah ke Derivatif & Emas?
Data OJK juga nyebut transaksi derivatif aset keuangan digital turun 18,53% jadi Rp3,41 triliun. Artinya bukan cuma spot yang sepi. Sebagian trader lari ke emas yang lagi ATH atau sekalian hold stablecoin nunggu Fed.
Jadi, Sinyal Bahaya atau Sinyal Matang?
Menurut OJK, kepercayaan konsumen masih tetap terjaga meski transaksi turun. Ini fase konsolidasi yang sehat.
Bagi gw, ini justru sinyal market Indonesia makin dewasa:
• Dulu: Harga turun dikit langsung panic sell, akun tutup.
• Sekarang: Harga turun 28%, akun malah naik 1%. Artinya orang nggak kapok, mereka cuma lagi sabar.
Kalau transaksi balik naik di atas Rp28 triliun lagi di Q4, dengan 23 juta akun sebagai basis, itu bisa jadi bahan bakar bull run lokal yang serius.
Gimana menurut kamu? Kamu tim yang akunnya nambah tapi lagi ngerem trading, atau tetap gas tiap hari?
Tulis di komen.
Data :Akun: 22,93 Juta (+1,03% MoM / +39% YoY)Transaksi Juli: Rp20,52 T (-28,2% MoM)Transaksi Juni: Rp28,58 TAdopsi Global: Rank 14 (turun)
#CryptoID #traderindonesia #HODLIndonesia #FYPcrypto #CryptoPemula
Masuk untuk menjelajahi konten lainnya
Bergabunglah dengan pengguna kripto global di Binance Square
⚡️ Dapatkan informasi terbaru dan berguna tentang kripto.
💬 Dipercayai oleh bursa kripto terbesar di dunia.
👍 Temukan wawasan nyata dari kreator terverifikasi.
Email/Nomor Ponsel