Seorang pemuda menceritakan sebuah kisah yang menyoroti bagaimana pendekatan budaya terhadap status sosial dapat berbeda secara signifikan. Pada kencan pertamanya di Swedia, ia memperhatikan sesuatu yang tidak biasa dalam pertanyaan-pertanyaan gadis itu. Dia bertanya tentang film favoritnya, buku yang dibacanya, dan negara-negara yang telah dikunjunginya. Namun satu pertanyaan, yang umum di budayanya sendiri, tidak pernah muncul: "Apa pekerjaanmu?"
Detail kecil ini mengejutkannya. Dalam budaya tempat ia dibesarkan, bertanya tentang pekerjaan seseorang adalah cara standar untuk mengukur status sosial dan keadaan keuangan mereka. Akhirnya, rasa ingin tahunya mengalahkan dirinya, dan ia langsung bertanya padanya, "Mengapa kamu tidak menanyakan tentang pekerjaanku?"