Tesis Sepanjang Dekade yang Membalikkan Segalanya
Selama hampir satu dekade, salah satu tesis investasi inti dalam kripto adalah teori "protokol gemuk". Ide ini menyatakan bahwa dalam tumpukan blockchain, lapisan protokol dasar (seperti Ethereum atau Solana) akan menangkap sebagian besar nilai, sementara aplikasi yang dibangun di atasnya akan relatif tipis dan dapat digantikan. Logika ini mendorong gelombang besar modal ke dalam investasi token Layer 1 (L1) dan Layer 2 (L2). Namun, saat kita melihat ke arah 2026, data menunjukkan cerita yang sangat berbeda. Era "aplikasi gemuk" telah tiba, menandai pergeseran mendalam dalam tempat nilai ekonomi terakumulasi dalam ekosistem aset digital.