Gagal jantung tidak hanya merupakan kondisi kardiak; kondisi ini juga dapat secara signifikan memengaruhi kapasitas fisik, aktivitas harian, dan kualitas hidup.
Rehabilitasi berbasis latihan berperan penting dalam meningkatkan kapasitas fungsional dan membantu pasien kembali ke aktivitas harian yang bermakna.
Dari perspektif fisioterapi, program latihan yang dipersonalisasi harus mempertimbangkan kondisi klinis pasien, toleransi terhadap latihan, dan tujuan rehabilitasi.
Menggabungkan latihan fisik yang sesuai dengan pelatihan otot pernapasan juga dapat memberikan manfaat tambahan bagi pasien tertentu dengan gagal jantung.