🔍 INSIGHT | Berkas Epstein
Berkas Epstein mengungkapkan lebih dari sekadar kejahatan — mereka mengekspos bagaimana "kemajuan ilmiah Barat" sering kali dipersenjatai untuk membenarkan kebutaan moral.
Ilmu pengetahuan dipuji dengan keras, sementara akuntabilitas tetap diam.
📌 Kebenaran yang tidak nyaman:
Sejak menguasai sistem pengetahuan global, Barat sering menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi bukan untuk kesejahteraan manusia, tetapi untuk kekuasaan, monopoli, dan kontrol narasi.
🌍 Kontras historis:
Ketika pengetahuan dipimpin oleh dunia Muslim, itu tidak pernah dibatasi.
Keterbukaan itulah yang membuat bahkan para sarjana Yahudi menyebut Andalusia yang diperintah Muslim sebagai Zaman Keemasan mereka.
🏛️ Fakta yang sering diabaikan:
Universitas pertama yang diakui di dunia, Al-Qarawiyyin, didirikan oleh seorang wanita Muslim — Fatima al-Fihri — di Maroko.
Namun sejarah lebih mengakui penerjemah daripada pencipta.
⚛️ Ilmuwan yang dibungkam:
Fisikawan Mesir Samira Moussa bertujuan untuk menggunakan energi atom untuk pengobatan kanker — bukan senjata.
Dia meninggal dalam kecelakaan mobil yang misterius, dan warisannya perlahan memudar.
Demikian pula, kontribusi Mostafa Mosharafa dalam fisika setara dengan Einstein, tetapi pengakuan tidak pernah mengikuti.
⚠️ Intinya:
Ketika pengetahuan terlepas dari etika, kemajuan menjadi berbahaya.
Pemikir seperti Allama Iqbal memperingatkan kita tentang hal ini jauh sebelum menjadi jelas.
خیرہ نہ کرسکا مجھے جلوۂ دانشِ فرنگ
سرمہ ہے میری آنکھ کا خاکِ مدینہ و نجف
❓Pertanyaannya adalah:
Apakah ilmu pengetahuan masih netral — atau telah menjadi alat kekuasaan yang lain?
#EpsteinFiles #TruthOverNarratives #KnowledgeAndPower #HistoryMatters #BinanceSquare