Di dunia yang layu, tempat para raja kuno memamerkan klaim atas kendali setiap tetes air dan setiap koin emas, lahirlah legenda Eden. Bukan kerajaan yang dikelilingi tembok-tembok, dan bukan juga permata tersembunyi di kedalaman tanah, melainkan sebuah taman tak terlihat yang dianyam dengan benang-benang cahaya keemasan, melayang di antara bayang-bayang kerajaan.
Soren, seorang pemuda pelacak dari sebuah lembah yang dihukum oleh pajak-pajak kekaisaran, berjalan selama berminggu-minggu sambil mengikuti kabar tentang Para Pengkode Kuno. Mereka berkata bahwa di jantung Hutan Agung yang Berbisik tidak ada harta yang ditimbun dalam peti besi, melainkan sebuah benih hidup yang mampu bermekar bagi siapa pun yang bersedia menjaga jaringannya tetap seimbang.