Aplikasi "poop-to-earn" membayar dengan cryptocurrency ketika pengguna mengambil foto tinja
Sebuah aplikasi baru bernama
#Doop akan membayar uang elektronik kepada pengguna ketika mereka mengambil foto tinja mereka. Aplikasi ini, yang dirancang untuk memantau kesehatan pencernaan, diperkirakan akan meluncurkan versi beta publik pada musim gugur tahun ini.
Cara kerja dan tujuan
Doop menggunakan alat AI untuk menganalisis foto-foto yang diberikan oleh pengguna. Berdasarkan hasil analisis, AI akan memberikan tips dan tantangan yang dipersonalisasi agar pengguna dapat meningkatkan kesehatan pencernaan. Pengguna akan menerima hadiah dalam bentuk token POOP (berbasis platform Solana) ketika mereka secara teratur menyediakan foto, menyelesaikan tantangan, dan menunjukkan peningkatan.
Tujuan serius Doop adalah untuk menciptakan kumpulan data tinja yang paling rinci dan terbesar di dunia. Data ini, setelah dianonimkan, akan dijual kepada organisasi penelitian, perusahaan asuransi, dan perusahaan suplemen makanan untuk mendorong penelitian baru tentang kesehatan manusia.
Risiko dan potensi
Meskipun ide ini tampak konyol, pendiri Joe Zhou percaya bahwa memantau secara teratur sampel tinja dapat membantu mendeteksi tren kesehatan yang penting. Namun, para ahli gizi memperingatkan bahwa sebuah foto tidak dapat menggantikan pemeriksaan medis yang mendalam untuk mendiagnosis penyakit.
Pengguna juga perlu berhati-hati tentang masalah keamanan data pribadi. Meskipun Doop berkomitmen untuk menganonimkan data, berbagi informasi sensitif tetap memiliki risiko.
#anhbacong