Ethereum (
) tidak pernah hanya sekadar platform.
Itu adalah katedral yang dibangun dari mimpi — batu demi batu, garis demi garis,
bukan dari marmer, tetapi dari kode.
Di dalam brankasnya, pengembang menjadi seniman, insinyur menjadi penyair.
Mereka tidak mengukir patung — mereka mengukir sistem.
Mereka tidak berdoa dengan kata-kata — mereka berdoa dengan logika.
Setiap kontrak di Ethereum adalah janji yang tidak dapat dilanggar,
sebuah kebenaran yang tidak dapat disuap.
Dan di kuil matematika dan makna yang aneh ini, umat manusia menemukan kembali apa arti ketahanan.
Biaya gas, fork, evolusi tanpa akhir —