$DADDY mau bikin ulah—biaya transaksi semuanya dipakai untuk melakukan pembelian kembali (buyback) token.
Skema ini sebenarnya tidak terlalu baru, tapi kalau diterapkan di jalur memecoin, rasanya jadi cukup menarik. Memecoin tradisional pada dasarnya bertahan lewat emosi dan komunitas. Begitu hype mereda, nilainya cenderung langsung turun. Sementara itu, jika biaya transaksi dialihkan menjadi pembelian berkelanjutan, artinya Anda menambahkan mekanisme “penahan otomatis” ke harga koin: semakin aktif transaksi, semakin besar kekuatan buyback, lalu tercipta siklus positif.
Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
Pertama, skala biaya transaksi. Kekuatan buyback bergantung pada volume transaksi riil di chain. Kalau aktivitas harian tidak bisa ditopang, maka buyback hanya akan jadi simbolis lebih daripada efek nyata.
Kedua, cara menangani buyback setelah dilakukan. Apakah token langsung dimusnahkan atau masuk ke kas negara? Pemusnahan adalah bentuk deflasi yang sesungguhnya, sedangkan masuk ke kas negara perlu dilihat seperti apa tata kelola (governance) selanjutnya.
Ketiga, transparansi eksekusi. Buyback otomatis yang bisa diverifikasi lewat blockchain, berbeda total dengan eksekusi manual oleh tim. Penilaian (valuation) yang diberikan pasar pun akan sangat berbeda.
IP Andrew Tate sudah membawa arus perhatian dan juga kontroversi. Apakah DADDY bisa berevolusi dari sekadar meme selebritas menjadi aset yang punya model ekonomi? Upgrade mekanisme kali ini adalah pengujian kunci.
Dalam jangka pendek, sentimen kemungkinan akan terdorong. Namun untuk jangka menengah-panjang, semuanya kembali pada apakah data mampu membuktikan narasinya. Memecoin yang bermain inovasi mekanisme selalu seperti pedang bermata dua.
#Memecoin #DADDY $DADDY