Pusat gravitasi dalam adopsi kripto global telah bergeser, dan pergeseran itu cukup besar sehingga asumsi lama tentang siapa yang disebut investor kripto tidak lagi berlaku. Selama tiga tahun berturut-turut, Chainalysis menempatkan India di peringkat pertama dalam Global Crypto Adoption Index, mengungguli Amerika Serikat, sementara negara-negara yang mengisi posisi sisanya di sepuluh besar didominasi oleh negara berpendapatan menengah-bawah dan menengah-atas—Pakistan, Vietnam, Nigeria, dan lainnya. Ini bukan sekadar keanehan statistik yang kecil. Ini mencerminkan sebuah populasi yang sudah membangun kebiasaan, infrastruktur, dan logika keuangan yang saat ini masih diperdebatkan oleh pasar Barat dalam naskah kebijakan.