📊 Siklus Bitcoin Sedang Mengulang — Dan 2026 Bisa Menyakitkan
🔥 Siklus Bitcoin tidak acak — mereka mengikuti sejarah, dan sejarah diam-diam mengirimkan peringatan.
Ketika melihat grafik BTC, sulit untuk mengabaikan urutan siklus ~1400–1450 hari, masing-masing diikuti oleh koreksi mendalam setelah puncak:
• setelah 2012–2013 — ~-79%
• setelah 2017–2018 — ~-81%
• setelah 2021–2022 — ~-75%
Ritme ini adalah dasar dari teori yang menyarankan bahwa periode 2025–2026 bisa membawa koreksi besar lainnya, berpotensi menuju kisaran $25,000–$30,000.
Menurut model ini, tekanan siklus terbangun dalam struktur yang berulang:
• ekspansi panjang → puncak siklus
• penurunan tajam → akumulasi
• ekspansi berikutnya → puncak siklus baru
…dan proses ini berulang.
Model-model ini tidak berfungsi karena mereka sangat tepat, tetapi karena mereka mencerminkan siklus psikologis dan perilaku peserta pasar, dikombinasikan dengan dinamika pasokan Bitcoin.
Baik investor institusional maupun ritel sering kali fokus pada kelanjutan tren, melupakan bahwa tren didorong oleh siklus dasar likuiditas, sentimen, dan leverage. Bahkan dengan variabel baru seperti ETF, derivatif, dan perubahan struktur pasar, pola perilaku memiliki kebiasaan untuk mengulang.
👉 Inti: jika siklus sejarah terulang sekali lagi, puncak baru pada 2025 bisa diikuti tidak hanya oleh koreksi, tetapi juga penarikan mendalam ke zona support kunci, berpotensi sekitar $25,000–$30,000 — area akumulasi yang secara historis penting.
Ini bukan prediksi harga, tetapi skenario berdasarkan pola sejarah dan perilaku statistik. Ketika pasar mencapai ekstrem siklus, koreksi menjadi masalah kapan dan seberapa dalam, bukan jika. 📉🧠
#bitcoin #BTC #MarketCycles #CryptoAnalysis #MarketNerve $BTC $ETH $BNB