Proliferasi asisten kecerdasan buatan (AI) di lingkungan domestik dan pendidikan telah memerlukan pemeriksaan akademis yang ketat terhadap dampaknya pada perkembangan anak. Saat sistem ini beralih dari alat yang sederhana dan berorientasi pada tugas menjadi agen percakapan yang canggih, mereka semakin mempengaruhi jalur kognitif, sosial-emosional, dan etika anak-anak. Bagi orang tua, memahami lanskap ini memerlukan pemahaman yang melampaui pandangan biner terhadap teknologi sebagai hanya "baik" atau "buruk" dan sebaliknya mengadopsi perspektif yang lebih nuansa tentang bagaimana interaksi algoritmik membentuk kembali proses fundamental pembelajaran dan sosialisasi.