@Solayer #BuiltonSolayer $LAYER 🇨🇴 PRESIDEN PETRO: "BEGITU PERBATASAN NEGARA KITA KETIKA GRAN COLOMBIA DIBUBARKAN"
📍 "Nilai patriotisme dari oligarki yang membiarkan hilangnya sebagian besar wilayah kita", kata Petro sambil membagikan peta sejarah. Kolombia telah menyerahkan 54% dari wilayah aslinya sejak 1819 - lebih dari setengah negara hilang bersama Venezuela, Brasil, Peru, Ekuador, Panama, dan Nikaragua.
Pemimpin tersebut menyerang langsung para pendahulunya: "Di pemerintahan Uribe, Santos, dan Duque, wilayah laut sudah mulai hilang. Hanya pemerintahan ini yang berhasil menghentikan hilangnya lautan". Dia merujuk pada putusan La Haya tahun 2012 yang mengurangi 43% wilayah laut Karibia Kolombia untuk kepentingan Nikaragua.
🗺️ Kerugian sejarah sangat mencolok: dengan Venezuela hilang sebagian Guajira, Maracaibo, dan daerah Amazon. Dengan Brasil, wilayah "yang belum dijelajahi" yang secara ilegal diserahkan oleh Peru. Dengan Ekuador, sengketa sejak 1831. Dengan Panama, pemisahan tahun 1903. Kerugian besar terakhir: 75.000 km² laut pada tahun 2012.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan dengan Peru atas pulau Santa Rosa di Amazon. Petro menuduh Lima "mengambil alih wilayah Kolombia" dan mengumumkan bahwa dia akan memperingati kemerdekaan di Leticia sebagai tanggapan. Peru memprotes dengan keras.
💬 Para ahli menunjukkan bahwa Kolombia kehilangan wilayah karena "kurangnya visi politik, maritim, dan proyeksi" selama 200 tahun. Oligarki yang dikritik Petro mencakup konservatif dan liberal yang memerintah sejak pembubaran Gran Colombia pada tahun 1831.
#siguemeparamasinfo