Berbeda dengan PR tradisional, yang membangun reputasi merek, "Black PR" adalah taktik jahat yang digunakan untuk menghancurkannya. Kampanye ini sering didanai oleh pesaing atau pelaku jahat untuk menciptakan krisis:
FUD Injection: Menyebarkan "Ketakutan, Ketidakpastian, dan Keraguan" melalui jaringan bot yang terkoordinasi dan "influencer" berbayar.
Kampanye Bayangan: Menggunakan agensi pihak ketiga untuk membocorkan dokumen yang telah dipalsukan atau "tips" regulasi palsu kepada media mainstream.
Tujuan: Untuk memicu penarikan bank buatan, menjatuhkan harga token, atau memaksa penindakan regulasi terhadap platform pesaing.