Cadangan Tether: Didukung atau Tidak? Perdebatan Berlanjut
Pertanyaan tentang apakah cadangan Tether benar-benar didukung telah menghantui ruang crypto selama bertahun-tahun. Sekarang, perusahaan berusaha untuk menghilangkan keraguan tersebut.
🔎 Audit Big Four di Cakrawala?
• CEO Tether, Paolo Ardoino, mengungkapkan dalam wawancara terbaru dengan Reuters bahwa perusahaan sedang "dalam diskusi" dengan auditor Big Four.
• Meskipun Ardoino tidak menyebutkan firma besar mana — PwC, KPMG, Deloitte, atau EY — yang terlibat, ia menekankan bahwa audit menyeluruh adalah prioritas utama.
• Dalam wawancara 2023 dengan BTC-ECHO, Ardoino mengklaim bahwa upaya sebelumnya untuk melibatkan Big Four tidak berhasil, dengan menyebut kurangnya kejelasan regulasi sebagai penghalang utama.
💼 Perubahan Regulasi di Bawah Trump
• Menurut Ardoino, mengamankan audit menjadi lebih mudah dengan pemerintahan Trump.
• Undang-Undang GENIUS C, yang saat ini sedang dikembangkan, diharapkan akan memperkenalkan regulasi yang lebih ketat untuk stablecoin di AS.
• Undang-undang tersebut mewajibkan backing 1:1 stablecoin dengan dolar AS dan memerlukan sertifikasi cadangan bulanan oleh firma audit terakreditasi.
📊 Pelaporan Cadangan Tether Saat Ini
• Hingga saat ini, Tether telah mengandalkan sertifikasi dari firma audit Italia BDO, yang hanya memverifikasi akurasi data yang dilaporkan sendiri.
• Audit resmi, bagaimanapun, melibatkan pemeriksaan yang jauh lebih mendetail untuk mengungkap ketidaksesuaian keuangan atau risiko kepatuhan.
🌍 Dampak Pasar Tether
• Sebagai penerbit stablecoin terbesar di dunia, token unggulan Tether USDT memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $143 miliar.
• Hasil dari audit formal dapat secara signifikan mempengaruhi kepercayaan pasar dan diskusi regulasi yang lebih luas.
Apakah audit Big Four akhirnya akan menghilangkan kekhawatiran, atau akankah pertanyaan tentang transparansi Tether terus ada? Hanya waktu yang akan menjawab.
#Tether #USDT #Crypto #Stablecoins #Audit #Regulasi
#BigFour