Istilah-istilah baru diciptakan dalam ruang blockchain setiap harinya. Dari AI yang dangkal hingga AI yang generatif, otonomi AI yang radikal muncul. Meskipun otonomi radikal bukan lagi hal yang asing di ruang tersebut, hal itu merujuk pada konsep transformatif di mana manusia dan kecerdasan buatan (H+AI) beroperasi dalam jaringan yang terdesentralisasi untuk mendefinisikan ulang otonomi baik dalam lingkungan pribadi maupun teknologi. Secara tradisional, otonomi telah menjadi sifat manusia yang didasarkan pada rasionalitas dan tanggung jawab, sebagaimana diartikulasikan oleh para filsuf seperti Immanuel Kant. Namun, kita sekarang melihat adanya pergeseran di mana teknologi seperti kendaraan otonom dan sistem AI semakin banyak dideskripsikan menggunakan istilah yang sama, yang menyiratkan pemerintahan sendiri dan kekuatan pengambilan keputusan yang dimaksudkan untuk manusia.