Ada negara tetangga yang tak banyak bicara, tetapi melaju lebih cepat dari kita. Itulah yang terjadi dengan Guyana, yang baru saja melewati tonggak yang mungkin tak akan diperkirakan banyak orang satu dekade lalu: 1.000 juta barel minyak mentah ringan dan menengah telah diekstraksi sejak 2019. Angka ini berasal dari analisis yang ditulis Juan Szabo dan Luis Pacheco, dua mantan manajer PDVSA yang tahu cara mengamati sumur milik pihak lain dengan saksama.
Angka ini bukan sekadar statistik. Ini adalah gambaran sebuah negara yang membangun industri minyaknya dengan ExxonMobil sebagai mitra utama dan kini memompa hampir 900.000 barel per hari, dengan target mencapai 1.100.000 barel per hari pada akhir 2026 saat proyek Uaru mulai beroperasi. Sebagai gambaran bagi pembaca: angka itu akan membuat produksi Guyana hampir menyamai Venezuela, yang kini memproduksi antara 1.200.000 dan 1.230.000 barel per hariโcatatan terbaiknya sejak Februari 2019.