Selama berabad-abad, umat Islam telah mencari sistem keuangan yang mendorong keadilan, transparansi, dan fairness sambil menghindari riba (bunga atau riba/unsur riba), salah satu konsep yang paling banyak dibahas dalam keuangan Islam. Saat ini, teknologi blockchain telah memicu percakapan baru. Apakah teknologi revolusioner ini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan berbasis bunga? Atau apakah ini hanya sekadar alat lain yang bisa digunakan untuk hal baik maupun buruk?
Jawabannya lebih bernuansa daripada sekadar “ya” atau “tidak”. Blockchain itu sendiri tidak halal dan tidak haram. Seperti internet, ia adalah sebuah teknologi. Apakah ia mendukung nilai-nilai Islam bergantung pada bagaimana teknologi itu dirancang dan digunakan.