Pada awal Agustus 2026, regulator AS FDA menyetujui oveporexston (Orzeyful) milik Takeda — obat pertama dalam sejarah yang mengobati kantuk patologis, yaitu narkolepsi tipe 1, bukan sekadar gejalanya, melainkan penyebabnya. Analis Morgan Stanley memperkirakan pasar potensial obat seperti ini akan tumbuh hingga $16 miliar pada 2035, tulis The Economist. Namun potensi penggunaan obat tipe semacam ini jauh lebih luas — para ilmuwan berharap obat-obatan ini juga dapat membantu mengobati gangguan tidur lain, serta penyakit yang umum seperti sindrom defisit perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) dan depresi. Secara potensial, ini bisa menjadi terobosan yang sebanding dengan ditemukannya obat penurun berat badan berbasis GLP-1, seperti Ozempic. Siapa yang perlu diperhatikan dalam balapan ini?