Rupiah India (INR) secara resmi telah menjadi salah satu mata uang dengan performa terburuk di Asia tahun ini, terjun lebih dari 7% pada tahun 2026 untuk diperdagangkan di level terendah sepanjang masa sekitar ₹96.70-₹97 terhadap Dolar AS. Ini menandai penurunan tajam selama empat tahun, menarik perhatian investor global dan pembuat kebijakan domestik.
Apa yang memicu freefall mendadak ini? Berikut adalah rincian dari tiga kekuatan makroekonomi besar yang bertabrakan sekaligus:
🔹 1. Guncangan Energi Geopolitik:
Dengan terhentinya pembicaraan damai AS-Iran dan gangguan intens di sekitar Selat Hormuz, harga minyak mentah Brent telah melambung menuju $110-$126 per barel. Karena India mengimpor hampir 85-90% kebutuhan minyak mentahnya, perusahaan-perusahaan pengimpor kita terpaksa membeli dolar secara agresif untuk membayar energi, menguras saldo forex kita dan secara drastis memperlebar defisit perdagangan.