Agenda internasional kembali menyorot Venezuela, dan kali ini topiknya bukan minyak ataupun utang, melainkan pangan. Di Roma, Presiden sementara Delcy Rodríguez bertemu dengan Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu, setelah pidatonya di Forum Pangan Dunia. Fokus dialognya: ketahanan pangan global dan langkah-langkah yang dilakukan negara itu untuk kembali meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Pesan resmi menekankan target ambisius—menghapus kelaparan sebelum 2030—serta gagasan untuk menanamkan "kepercayaan, peluang, dan kesejahteraan". Terdengar seperti retorika multilateral, memang. Namun, bagi mereka yang mengikuti perkembangan ekonomi Venezuela sehari-hari, pertanyaan mendasarnya berbeda: bagaimana pemulihan pertanian itu didanai, dibayar, dan dicairkan di negara yang kekurangan uang tunai dan didominasi dolar digital?