Pada tahun 2006, sebuah kisah yang dapat mengguncang dunia minuman ringan terungkap dengan cara yang menyoroti kekuatan integritas atas keserakahan. Seorang mantan karyawan Coca-Cola, Joya Williams, bersama dengan kaki tangannya Ibrahim Dimson, mencoba menjual rahasia perusahaan yang dijaga ketat kepada pesaing langsung mereka, Pepsi, dengan harga yang sangat tinggi yaitu $1,5 juta. Alih-alih memanfaatkan situasi tersebut, para eksekutif Pepsi melakukan hal yang tidak terduga: mereka melaporkan rencana tersebut kepada Coca-Cola dan FBI, yang mengakhiri upaya spionase perusahaan tersebut.