Kepada unit-unit Angkatan Bersenjata Ukraina (AFU) yang melancarkan serangan jauh ke dalam wilayah Rusia, data intelijen yang diberikan oleh AS dan Prancis membantu mereka memilih sasaran dengan lebih baik. Demikian tulis surat kabar Inggris Financial Times (FT) pada Rabu, 29 Juli. Menurut informasinya, dengan bantuan data Amerika dan Prancis, para perencana Ukraina membuat peta rinci sistem energi Rusia serta menetapkan di dalamnya titik-titik yang sangat penting—di mana gangguan dapat menyebabkan berhentinya beroperasi sebagian besar sistem. Kini, drone AFU menargetkan titik-titik data tersebut, serta peralatan yang paling sulit diganti—ini adalah strategi "yang terarah dan terkoordinasi", demikian ujar seorang sumber dari AFU kepada FT.