Dalam 48 jam terakhir, algoritma perdagangan berbasis AI telah melikuidasi lebih dari $2,3 miliar posisi kripto, sebuah angka yang menegaskan risiko sistemik yang kini mengintai pasar.
Marc van der Chijs, mantan raksasa kripto yang baru-baru ini melepas sebagian besar $BTC holdings $BTC >holdings miliknya untuk mendukung usaha AI, telah membunyikan alarm bahwa teknologi yang sama dapat memicu kegagalan berantai di seluruh perbankan dan infrastruktur.
Mengapa ini penting sekarang: persimpangan antara AI dan kripto telah berakselerasi dari eksperimen terbatas menjadi penerapan arus utama. Data on-chain menunjukkan bahwa dana yang dikelola AI kini mengendalikan sekitar 18% dari total likuiditas pasar, naik dari 9% hanya setahun lalu. Ketika satu algoritma salah jalan, efek riaknya dapat memicu margin call, likuidasi otomatis, dan aksi jual cepat yang bergema melalui bank berbasis fiat yang mulai memegang kripto sebagai jaminan.