Beli Kripto
Bayar menggunakan
NFT
New
Informasi
Unduh
English
USD

Bagaimana Cara Blockchain dan NFT Dapat Mendesentralisasi Identitas Digital Anda di Web3?

2022-08-08

Poin Utama

  • Identitas digital terdesentralisasi adalah kerangka kerja yang mengatur penyimpanan data pribadi individu dalam satu dompet identitas non-kustodian. Dengan demikian, individu dapat memiliki kontrol penuh atas identitas digital mereka alih-alih bergantung pada entitas terpusat untuk menyimpan dan menanganinya.

  • Menggunakan blockchain untuk memelihara identitas digital terdesentralisasi dapat memberikan keamanan dan privasi yang kuat serta melindungi identitas pengguna dari pelanggaran dan pencurian data secara efektif. 

Saat ini, data pribadi individu yang terkait dengan identitas digital mereka sering disimpan secara terpusat dan tersambung melalui perangkat, aplikasi, dan layanan pihak ketiga. Pengguna tidak memiliki kendali atas data pribadi apa yang ingin dibagikan dan bagaimana mereka membagikannya. Hal ini meningkatkan kerentanan terhadap pelanggaran data dan serangan siber. 

Kehadiran Web3 telah mengubah cara kita berinteraksi dengan satu sama lain secara online. Aplikasi berbasis blockchain berjalan secara independen tanpa perantara, menciptakan internet terdesentralisasi tempat individu dapat menjadi satu-satunya pemilik data mereka. Pengguna Web3 dapat mengustomisasi profil mereka dan menyimpan data pribadi dalam satu akun yang memungkinkan mereka menggunakannya untuk segala hal secara online, mulai dari mengakses platform media sosial hingga masuk ke dompet kripto mereka.

Apa Itu Identitas Terdesentralisasi?

Identitas terdesentralisasi adalah pemikiran baru yang menyatakan bahwa data identitas hanya boleh dimiliki oleh individu yang diwakilinya. Pengguna dapat membuat dan mengontrol identitas digital mereka tanpa bergantung pada penyedia layanan pihak ketiga. Secara khusus, identitas digital terdesentralisasi (decentralized digital identity/DDID) adalah sistem terdesentralisasi yang bertujuan untuk merancang ulang pengelolaan identitas yang kini bersifat terpusat melalui teknologi blockchain. 

Misalnya, standar untuk kredensial digital yang disebut Verifiable Credentials (VCs) dapat mentokenisasi identitas pengguna untuk memungkinkan penyimpanan di dompet non-kustodian. Pengguna dapat mengungkapkan semua atau beberapa aspek dari identitas dan informasi pribadi mereka kepada pihak ketiga, seperti pemerintah, bank, atau sekolah, berdasarkan keputusan mereka. Standar semacam ini juga mempermudah penyimpanan informasi dalam satu sumber. Contoh lain adalah self-sovereign identity (SSI), yang berfokus pada kredensial terverifikasi dan autentik yang terhubung dengan data verifikasi dunia nyata yang dikelola secara terdesentralisasi. 

Bagaimana Cara Kerja Identitas Terdesentralisasi di Web3? 

Identitas terdesentralisasi memberi pengguna kendali penuh atas data pribadi mereka secara online. Di Web3, pengguna dari semua latar belakang dapat mengekspresikan diri dan berinteraksi dengan cara baru menggunakan alat seperti NFT dan blockchain. Kedua alat tersebut dapat berperan penting dalam mendorong dan mengantar pengguna ke dunia baru penuh kebebasan dan pemberdayaan. Setiap orang dapat membuat avatar NFT unik yang merepresentasikan mereka, dan setiap NFT berisi pengenal unik yang tidak dapat direplikasi. Hal ini memungkinkan interaksi yang lebih aman dalam komunitas digital.

Identitas terdesentralisasi biasanya menggunakan jenis penyimpanan terdesentralisasi tertentu untuk menyimpan pengenal terdesentralisasi (decentralized identifier/DID) individu, seperti dompet identitas non-kustodian. Penyimpanan ini dapat berupa aplikasi atau dompet ekstensi browser yang memungkinkan pengguna membuat identitas terdesentralisasi mereka dan mengelola akses penyedia layanan pihak ketiga. Dalam desain ini, pengguna merupakan satu-satunya pemilik dari kunci kriptografi publik dan privat. Beberapa dompet akan menggunakan metode autentikasi lain untuk mengamankan data pengguna. Misalnya, self-sovereign identity (SSI) menghubungkan kredensial pengguna ke data verifikasi dunia nyata seperti biometrik dan menyimpannya di blockchain. Hal ini juga dapat membantu pengguna mengelola identitas digital mereka sendiri tanpa bergantung pada pihak ketiga. Lebih penting lagi, SSI menyimpan informasi dalam dompet non-kustodian yang sepenuhnya dikendalikan oleh pengguna untuk memastikan keamanan data pribadi. 

Untuk memverifikasi identitas di metaverse, pengguna dapat menandatangani transaksi dengan private key atau data biometrik mereka di aplikasi yang memungkinkan penggunaan identitas terdesentralisasi untuk keperluan autentikasi. Penyedia layanan kemudian akan menggunakan identitas terdesentralisasi yang dibagikan pengguna untuk mencari DID unik yang sesuai di blockchain.

Apa Itu Soulbound Token (SBT)? 

Diusulkan oleh salah satu pendiri Ethereum (ETH), Vitalik Buterin, Soulbound token (SBT) adalah NFT yang tidak dapat dipindahtangankan. NFT ini bersifat unik terhadap individu yang terikat secara permanen ke dompet digital (Souls). SBT berfungsi seperti lencana pencapaian dan dapat digunakan untuk menyimpan berbagai informasi pribadi, seperti CV, bukti pendidikan, keanggotaan klub, dll. SBT dapat dilacak secara publik sehingga hampir tidak mungkin untuk menampilkan kredensial palsu. Misalnya, perusahaan Web3 yang mempekerjakan pengembang perangkat lunak dapat menggunakan SBT untuk memvalidasi sertifikasi kandidat, atau seorang seniman dapat mengeluarkan NFT dari Souls mereka sebagai validasi untuk karya seni mereka.

Dengan SBT, pengguna dapat memperoleh manfaat yang mengubah cara kita memandang identitas sosial dalam kehidupan nyata. SBT dapat berfungsi sebagai cara untuk membuktikan identitas seseorang dan mengonfirmasi reputasi mereka. Selain itu, token ini berpotensi memungkinkan pengguna untuk membangun hubungan tepercaya di lingkungan terdesentralisasi. 

Munculnya SBT menunjukkan bahwa kegunaan Web3 dapat mencakup lebih dari aset finansial. SBT merepresentasikan kredensial pengguna dan berpotensi melahirkan perasaan keterikatan dan komunitas yang tulus dan nyata ke dalam dunia digital. SBT menggambarkan sifat kualitatif individu, seperti pencapaian, kemampuan, keanggotaan, dll. SBT dapat menjadi fondasi untuk menghadirkan cara baru dalam berinteraksi dengan satu sama lain di blockchain, layaknya gabungan resume dan profil media sosial online. 

Manfaat Menggunakan Identitas Terdesentralisasi

Identitas terdesentralisasi memberi pengguna hak penuh atas identitas digital mereka alih-alih bergantung pada login server terpusat. Hal ini menghilangkan keharusan untuk memasukkan nama pengguna dan kata sandi dengan dompet identitas sehingga pengguna dapat memiliki kontrol atas identitas metaverse dan data biometrik mereka dengan lebih mudah di lingkungan Web3.

Dengan identitas terdesentralisasi, pengguna dapat menentukan jenis data yang ingin dibagikan serta penyedia layanannya. Ini mengembalikan kekuatan ke tangan pengguna sehingga berpotensi memudahkan pengguna dalam mengelola data mereka dengan satu dompet identitas.

Menggunakan blockchain untuk identitas terdesentralisasi juga memberikan keamanan dan privasi yang kuat. Data hanya dapat dibuka dan dilihat dengan tanda tangan digital yang benar sehingga melindungi pengguna dari peretasan dan pencurian identitas. Data identitas terdesentralisasi yang disimpan di blockchain tidak dapat diubah dan lebih terlindungi dari serangan dibanding data yang disimpan di server terpusat. Data tidak dapat dihapus atau diedit setelah dicatat di jaringan terdistribusi. Alhasil, tidak ada entitas eksternal yang dapat mengubah catatan pengguna.

Kesimpulan

Identitas digital terdesentralisasi adalah salah satu teknologi terbaru yang dapat membantu mendorong revolusi Web3 ke depan. Pengguna dapat dengan mudah mengakses semua akun mereka tanpa harus mengingat berbagai nama pengguna dan kata sandi. Pengguna pun dapat menikmati keamanan yang ditingkatkan dan perlindungan data di metaverse. Pada saat yang sama, organisasi dapat memberikan layanan yang dipersonalisasi kepada pengguna sambil menjaga privasi. Dengan kehadiran berbagai start-up dan bisnis mapan yang menyambut tren ini, teknologi terkait mungkin akan muncul lebih cepat dari yang diharapkan. Satu contohnya adalah produk baru Microsoft, yaitu Entra, yang memungkinkan pengguna memverifikasi, mengamankan, dan mengelola semua jenis identitas dan permintaan akses. Namun, penerapan identitas terdesentralisasi dalam skala global tidak akan terjadi dalam semalam dan membutuhkan kerja sama dan koordinasi bersama antara bisnis dan pemerintah.