Beli Kripto
Bayar menggunakan
NFT
New
Informasi
Feed
USD

Saya Percaya Kita Hidup dalam Simulasi

2022-07-13

Saya membahas tentang hal ini di jamuan makan malam VIP VivaTech baru-baru ini di Paris. Pada hari Minggu yang cerah ini, saya memutuskan untuk menulisnya. Saya percaya kita hidup dalam simulasi.

Mengapa?

Ketika saya masih kecil 40 tahun yang lalu, saya tinggal di sebuah desa kecil tanpa air mengalir atau listrik. Kami harus membawa air dari sumur yang berjarak 200 meter dan menggunakan lampu minyak ketika menyelesaikan tugas sekolah di malam hari. Beberapa tahun kemudian, kami memasang pompa air di halaman kami sendiri, yang merupakan kemajuan besar. Setahun kemudian, kami mendapatkan akses ke air keran. Ketika listrik tersedia, kami hanya bisa menggunakannya beberapa jam sehari. Kondisi ini juga membaik dengan cepat. Ponsel, internet, dan blockchain kini tersedia.

Mengingat pertumbuhan teknologi yang eksponensial, bayangkan 20 tahun dari sekarang, akankah kita memiliki teknologi untuk memasang alat ke kepala kita seperti di film Matrix sehingga semuanya disimulasikan untuk kita? Mungkin iya.

Jika 20 tahun terlalu cepat, bagaimana dengan 50 tahun? Atau 100 tahun? Ini bukan masalah apakah akan terjadi; ini hanya masalah waktu. Mari kita ambil estimasi yang lebih lama, misalnya 500 tahun dari sekarang. Saya pikir masuk akal untuk mengatakan bahwa dalam 500 tahun, kita akan memiliki teknologi untuk menyimulasikan apa pun yang ingin kita lihat, rasakan, atau alami. 

Ketika kita bisa, kita akan melakukannya. Jutaan atau miliaran orang akan melakukannya. 

Perhatikan berbagai game Nintendo. Melalui kehadiran Nintendo, jutaan orang memainkannya. Ini juga suatu jenis simulasi. Ketika Super Mario berlari ke depan, dunia di depannya disimulasikan untuknya. Ketika dia berlari mundur, dunia di belakangnya disimulasikan.

Hari ini, ketika saya melihat dinding, saya tidak tahu apa yang ada di baliknya. Saya tidak tahu apakah semua yang tersembunyi di balik dinding benar-benar ada. Ketika saya berjalan, hal-hal yang ada di balik dinding disimulasikan untuk saya. Ini merupakan suatu kemungkinan.

Katakanlah Anda berusia 200 tahun, hampir mati, dan punya uang lebih. Anda ditawari untuk hidup selama 200 tahun lagi, atau berapa pun yang Anda inginkan, dalam simulasi yang sebenarnya hanya memakan satu jam di kehidupan nyata. Apakah Anda bersedia mengeluarkan uang untuk ini? Tentu saja.

Ketika kita bisa, kita akan melakukannya. Jutaan atau miliaran orang akan melakukannya. (Populasi dunia akan terus meningkat di masa depan.)

Seberapa besar kemungkinannya? Pertanyaan semacam ini lebih mudah dijawab. Berapa besar peluang kita hidup di dunia nyata dan bukan di simulasi?

Jika kita sudah memiliki teknologi yang diperlukan, peluangnya akan menjadi satu dibanding jutaan atau miliaran. Paling besar pun hanya 0,000001. Secara matematis, jika kita membulatkannya menjadi 3 atau 5 angka signifikan, peluangnya adalah 0%.

Atau apakah simulasi semacam ini adalah yang pertama kalinya terjadi? Berapa besar peluang bahwa 500 tahun ke depan adalah pertama kalinya simulasi terjadi di alam semesta kita? Di dunia/simulasi ini, alam semesta kita berumur 13,8 miliar tahun. 500 dari 13,8 miliar juga secara matematis setara dengan 0 jika kita membulatkannya menjadi 5 angka penting.

Secara matematis, terdapat 0% kemungkinan bahwa kita tidak berada dalam simulasi. Tidak aneh jika simulasi adalah suatu kenyataan.

Apakah ini berarti hidup tidak memiliki arti?

Tidak. Hidup masih sangat berarti.

Kita tidak tahu jenis simulasi apa yang kita alami. 

Bisa jadi kita berada dalam simulasi di mana kita menstimulasi diri kita sendiri. Dan jika kita mati, kita hanya akan terbangun. Itu akan menjadi skenario terbaik. 

Kita bisa berada dalam simulasi individu di mana semuanya disimulasikan untuk Anda, termasuk semua teman Anda dan artikel ini.

Kita mungkin hidup dalam simulasi kelompok di mana kita berada dalam mimpi bersama seperti di film Inception. Dan ketika kita bangun, kita akan melihat teman-teman kita.

Atau kita mungkin berada dalam simulasi yang disimulasikan oleh makhluk berdimensi lebih tinggi, layaknya ketika kita menyimulasikan Super Mario. Ketika karakter Mario mati, dia tidak bisa berinteraksi dengan kita. Versi barunya akan muncul yang mungkin tidak sama dengan Mario sebelumnya. Jika dia mati, dia langsung menghilang. Dalam skenario ini, jika kita mati, kita mungkin menghilang begitu saja. Kita tidak akan memiliki banyak kemampuan untuk berinteraksi dengan simulator kita kecuali mereka menginginkannya. Hal ini juga menjelaskan fenomena hantu, dewa, makhluk gaib, dan banyak hal lain yang tidak dapat dijelaskan. Mungkin saja simulator kita berinteraksi dengan (sebagian dari) diri kita atau semua itu hanya bagian dari simulasi.

Tidak masalah. Fakta bahwa kita tidak tahu simulasi seperti apa yang kita alami menjadikannya menarik. Kita tidak bisa mati begitu saja. Kita masih perlu berupaya sebaik mungkin di simulasi ini.

Menghilangkan Tekanan dalam Hidup

Dengan mengetahui bahwa kita berada dalam simulasi, banyak tekanan hidup akan hilang.

Simulasi telah memprogram tantangan yang tidak dapat Anda hindari dan beberapa keacakan terjadi secara kebetulan. Kita tidak selalu tahu mana yang ada di bawah kendali kita. Tapi itu tidak masalah. Kita hanya perlu berupaya sebaik mungkin berdasarkan apa yang kita miliki. Kita masih harus menjalani hidup dengan serius. Tapi realisasi semacam ini meredakan semua tekanan hidup. Setiap kali Anda menghadapi tantangan baru, ketahuilah bahwa itu hanya bagian dari simulasi. Dan Anda hanya perlu berupaya sebaik mungkin.

Tim saya mengetahui ini. Setiap kali kami menghadapi tantangan, tim saya selalu memberi tahu saya: "hei, ini hanyalah permainan." Hal ini membantu menghilangkan perasaan tertekan. Saya mulai berpikir seperti ini sejak tahun 2015.

Bekerjalah dengan serius. Hiduplah dengan serius. Tapi jangan bersikap terlalu keras terhadap diri sendiri. Berupayalah sebaik mungkin dalam simulasi ini.