Beli Kripto
Bayar menggunakan
Pasar
NFT
New
Unduh
English
USD
Blog Binance
Berita-berita dari exchange cryptocurrency terdepan di dunia
Binance Charity Menyingkap Proyek Donasi Blockchain Untuk Bencana Longsor di Uganda
2019-1-14

Binance Charity Foundation, lengan amal dari Binance, memperkenalkan solusi filantropi berbasis blockchain untuk keuntungan korban dari Bencana Longsor di desa Bukalasi, Uganda.

UGANDA (14 Januari 2019) -- Binance Charity Foundation (BCF), lengan amal dari bursa mata uang digital Binance, meluncurkan proyek amal perdananya, yang memberikan dukungan pasca-bencana untuk ribuan korban tanah longsor yang menghancurkan Uganda Oktober 2018 silam.

Saluran penggalangan dana sedang terbuka dan menerima donasi pada Binance Charity, sebuah serambi yang sepenuhnya transparan yang dapat memastikan bahwa semua donasi dapat dilacak pada blockchain dan seluruh pendapatan akan didistribusikan secara langsung ke individu korban melalui mata uang digital. Saluran ini meluncurkan kemitraan dengan pemerintah Uganda dan NGO lokal Cryptosavannah Foundation.

Proyek baru ini akan memberikan sebuah cara untuk membuat dompet crypto kepada korban, untuk memastikan bahwa donasi crypto secara langsung diterima oleh penerima yang ditetapkan oleh pemerintah Uganda. “Kekurangan transparansi dulu menjadi sebuah halangan besar dalam aktivitas pemberian donasi untuk uang yang digalang dari publik. Sekarang dengan alat baru blockchain, semuanya dapat memeriksa kegunaan dan distribusi barang kepada pengguna,” ujar Helen Hai, kepala BCF.

Terlebih lagi, Binance menjanjikan Binance Coin senilai US$ 54,000 untuk diberikan kepada saluran donasi untuk bencara longsor di Uganda, sekarang terdaftar di https://www.binance.charity/projectLists.

Garis Besar Bencana Longsor dan Renspon BCF

Bencana longsor yang terjadi di desa Bukalasi, daerah Bududa, Uganda, terjadi pada 11 Oktober 2018, merenggut nyawa 51 orang. Longsor ini mengakibatkan sekitar 400 orang dilaporkan hilang, termasuk 200 anak murid Sekolah Dasar di Maludu. Pada saat yang bersamaan, sekitar 1,000 orang terlantar, dan lebih dari 12,000 orang terpengaruh dalam berbagai tahapan. Sebagai respon terhadap bencana ini, pemerintah Uganda mengarahkan relokasi untuk 100,000 orang dalam 10 tahun kedepan, dimulai dari Januari 2019, dimulai dengan 600 orang yang sangat membutuhkan relokasi.

Binance Charity meresponi permintaan donasi untuk dukungan korban dari bencana tersebut untuk berbagai macam makanan dan barang bukan makanan, untuk memfasilitasi relokasi untuk populasi yang terpengaruh keluar dari Bududa ke sebuah lokasi baru yang sudah ditentukan oleh tim pencegahan bencana di kantor Perdana Menteri (OPM).

“Saya sangat senang bekerja dengan BCF dan CryptoSavannah dikarenakan dukungan yang diberikannya untuk kemanusiaan dan kehidupan. Intervensi menggunakan teknologi ini adalah yang pertama kali dilakukan, dan semua mitra sangat efisien dan efektif. Biaya yang termasuk dalam operasi dan aktivitas ini sangatlah minim, dan setiap sen yang didonasikan terkirim langsung ke orang yang berada di lapangan, saya sangat senang dapat bekerja dengan organisasi ini dan masa depan terlihat sangat cerah." ujar Samson Matsambwe, Deputi CAO dan Ketua Komite Pengelolaan Bencana Bududa, Uganda.

Kotak donasi untuk tiga bulan pertama akan berisikan minyak, garam, beras, dan gula, dan juga barang bukan makanan termasuk sabun, sprei, dirigen air, selimut, dan masih banyak lagi. Untuk intervensi bulan keempat sampai keenam, donasi akan mengikutsertakan benih, alat pemotong ayam, sabit, dan masih banyak lagi, untuk mendorong korban untuk menghasilkan pendapatan di tempat tinggal baru mereka.

Pada saat pertemuan di Bududa 11 Januari 2019 silam, pemerintah daerah Bududa secara resmi mengajukan daftar korban yang ditunjuk. BCF mengadakan sesi pelatihan untuk mengajarkan korban bencana dan pihak lainnya untuk menggunakan dompet crypto mereka. Proses pendaftaran dan verifikasi juga masih berjalan, dan pendistribusian dana kepada korban akan dijalankan dalam minggu-minggu ke depan.

Uganda: Bagian Penting dari Ekosistem Blockchain Binance

Binance meluncurkan bursa fiat-crypto pertamanya di Uganda pada Oktober 2018, mengizinkan perdagangan Shilling Uganda dengan Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, dan Paxos Standard Token. Hari ini, Binance Uganda adalah bagian penting untuk membangun proyek amal berbasis blockchain di negara tersebut.

“Kami ingin menunjukkan sebuah masa depan yang cerah, menggunakan mata uang digital dan blockchain untuk kebaikan sosial dalam area yang paling lemah, dimana mayoritas pengguna masih tidak memiliki akun bank, dan masih dalam kondisi putus asa untuk mendapatkan layanan finansial dan sosial yang formal. Saya percaya kampanye BCF dalam membangun Bududa adalah titik mulai yang benar,” Ujar Direktur Eksekutif BCF, Athena, pada pertemuan di Bududa.

Proyek ini sedang diimplementasikan dengan kemitraan dari divisi Uganda dari Crypto Savannah Foundation, sebuah organisasi non-profit yang bertujuan untuk memberikan dampak pada kehidupan di Afrika melalui kapabilitas teknologi blockchain. “Bermitra dengan BCF, kami memiliki harapan besar untuk melihat sebuah adopsi blockchain yang lebih besar di Uganda, terutama dari rakyat jelata,” ujar Alfred Mutanda, Manajer Proyek Crypto Savannah Foundation Uganda.

Mengenai Binance Charity

Binance Charity Foundation (BCF) adalah sebuah organisasi non-profit yang didedikasikan untuk memajukan filantropi berbasis blockchain untuk mencapai pembangunan berkelanjutan secara global. Binance Charity bertujuan untuk merubah filantropi dengan mengembangkan yayasan amal terdesentralisasi pertama di dunia untuk membangun sebuah masa depan dimana teknologi blockchain dapat digunakan untuk menghabiskan segala macam kemiskinan dan ketidakadilan, memajukan pembangunan berkelanjutan dan memastikan tidak ada yang tertinggal. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: https://www.binance.charity/


Blog Binance
Berita-berita dari exchange cryptocurrency terdepan di dunia
Jan 14
2019
Binance Charity Menyingkap Proyek Donasi Blockchain Untuk Bencana Longsor di Uganda

Binance Charity Foundation, lengan amal dari Binance, memperkenalkan solusi filantropi berbasis blockchain untuk keuntungan korban dari Bencana Longsor di desa Bukalasi, Uganda.

UGANDA (14 Januari 2019) -- Binance Charity Foundation (BCF), lengan amal dari bursa mata uang digital Binance, meluncurkan proyek amal perdananya, yang memberikan dukungan pasca-bencana untuk ribuan korban tanah longsor yang menghancurkan Uganda Oktober 2018 silam.

Saluran penggalangan dana sedang terbuka dan menerima donasi pada Binance Charity, sebuah serambi yang sepenuhnya transparan yang dapat memastikan bahwa semua donasi dapat dilacak pada blockchain dan seluruh pendapatan akan didistribusikan secara langsung ke individu korban melalui mata uang digital. Saluran ini meluncurkan kemitraan dengan pemerintah Uganda dan NGO lokal Cryptosavannah Foundation.

Proyek baru ini akan memberikan sebuah cara untuk membuat dompet crypto kepada korban, untuk memastikan bahwa donasi crypto secara langsung diterima oleh penerima yang ditetapkan oleh pemerintah Uganda. “Kekurangan transparansi dulu menjadi sebuah halangan besar dalam aktivitas pemberian donasi untuk uang yang digalang dari publik. Sekarang dengan alat baru blockchain, semuanya dapat memeriksa kegunaan dan distribusi barang kepada pengguna,” ujar Helen Hai, kepala BCF.

Terlebih lagi, Binance menjanjikan Binance Coin senilai US$ 54,000 untuk diberikan kepada saluran donasi untuk bencara longsor di Uganda, sekarang terdaftar di https://www.binance.charity/projectLists.

Garis Besar Bencana Longsor dan Renspon BCF

Bencana longsor yang terjadi di desa Bukalasi, daerah Bududa, Uganda, terjadi pada 11 Oktober 2018, merenggut nyawa 51 orang. Longsor ini mengakibatkan sekitar 400 orang dilaporkan hilang, termasuk 200 anak murid Sekolah Dasar di Maludu. Pada saat yang bersamaan, sekitar 1,000 orang terlantar, dan lebih dari 12,000 orang terpengaruh dalam berbagai tahapan. Sebagai respon terhadap bencana ini, pemerintah Uganda mengarahkan relokasi untuk 100,000 orang dalam 10 tahun kedepan, dimulai dari Januari 2019, dimulai dengan 600 orang yang sangat membutuhkan relokasi.

Binance Charity meresponi permintaan donasi untuk dukungan korban dari bencana tersebut untuk berbagai macam makanan dan barang bukan makanan, untuk memfasilitasi relokasi untuk populasi yang terpengaruh keluar dari Bududa ke sebuah lokasi baru yang sudah ditentukan oleh tim pencegahan bencana di kantor Perdana Menteri (OPM).

“Saya sangat senang bekerja dengan BCF dan CryptoSavannah dikarenakan dukungan yang diberikannya untuk kemanusiaan dan kehidupan. Intervensi menggunakan teknologi ini adalah yang pertama kali dilakukan, dan semua mitra sangat efisien dan efektif. Biaya yang termasuk dalam operasi dan aktivitas ini sangatlah minim, dan setiap sen yang didonasikan terkirim langsung ke orang yang berada di lapangan, saya sangat senang dapat bekerja dengan organisasi ini dan masa depan terlihat sangat cerah." ujar Samson Matsambwe, Deputi CAO dan Ketua Komite Pengelolaan Bencana Bududa, Uganda.

Kotak donasi untuk tiga bulan pertama akan berisikan minyak, garam, beras, dan gula, dan juga barang bukan makanan termasuk sabun, sprei, dirigen air, selimut, dan masih banyak lagi. Untuk intervensi bulan keempat sampai keenam, donasi akan mengikutsertakan benih, alat pemotong ayam, sabit, dan masih banyak lagi, untuk mendorong korban untuk menghasilkan pendapatan di tempat tinggal baru mereka.

Pada saat pertemuan di Bududa 11 Januari 2019 silam, pemerintah daerah Bududa secara resmi mengajukan daftar korban yang ditunjuk. BCF mengadakan sesi pelatihan untuk mengajarkan korban bencana dan pihak lainnya untuk menggunakan dompet crypto mereka. Proses pendaftaran dan verifikasi juga masih berjalan, dan pendistribusian dana kepada korban akan dijalankan dalam minggu-minggu ke depan.

Uganda: Bagian Penting dari Ekosistem Blockchain Binance

Binance meluncurkan bursa fiat-crypto pertamanya di Uganda pada Oktober 2018, mengizinkan perdagangan Shilling Uganda dengan Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, dan Paxos Standard Token. Hari ini, Binance Uganda adalah bagian penting untuk membangun proyek amal berbasis blockchain di negara tersebut.

“Kami ingin menunjukkan sebuah masa depan yang cerah, menggunakan mata uang digital dan blockchain untuk kebaikan sosial dalam area yang paling lemah, dimana mayoritas pengguna masih tidak memiliki akun bank, dan masih dalam kondisi putus asa untuk mendapatkan layanan finansial dan sosial yang formal. Saya percaya kampanye BCF dalam membangun Bududa adalah titik mulai yang benar,” Ujar Direktur Eksekutif BCF, Athena, pada pertemuan di Bududa.

Proyek ini sedang diimplementasikan dengan kemitraan dari divisi Uganda dari Crypto Savannah Foundation, sebuah organisasi non-profit yang bertujuan untuk memberikan dampak pada kehidupan di Afrika melalui kapabilitas teknologi blockchain. “Bermitra dengan BCF, kami memiliki harapan besar untuk melihat sebuah adopsi blockchain yang lebih besar di Uganda, terutama dari rakyat jelata,” ujar Alfred Mutanda, Manajer Proyek Crypto Savannah Foundation Uganda.

Mengenai Binance Charity

Binance Charity Foundation (BCF) adalah sebuah organisasi non-profit yang didedikasikan untuk memajukan filantropi berbasis blockchain untuk mencapai pembangunan berkelanjutan secara global. Binance Charity bertujuan untuk merubah filantropi dengan mengembangkan yayasan amal terdesentralisasi pertama di dunia untuk membangun sebuah masa depan dimana teknologi blockchain dapat digunakan untuk menghabiskan segala macam kemiskinan dan ketidakadilan, memajukan pembangunan berkelanjutan dan memastikan tidak ada yang tertinggal. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: https://www.binance.charity/