News and updates from the world’s leading cryptocurrency exchange
Adopsi Kripto di Dunia: 5 Negara Teratas yang Mengadopsi Kripto dan Peran BUSD di dalamnya

Poin Pembelajaran

  • Dengan sekitar 300 juta pengguna pada tahun 2021, kripto semakin ditemukan di mana-mana. Meskipun demikian, masih terdapat banyak ruang bagi kripto untuk tumbuh dan menyebar ke seluruh dunia; meskipun jumlahnya terus bertambah, 300 juta pengguna hanya setara dengan 4% dari populasi dunia. 

  • Dalam survei baru-baru ini yang menilai berbagai negara berdasarkan penggunaan kripto, lima negara menonjol dengan adopsi yang setidaknya mencapai 16%.

  • Salah satu faktor kunci dalam mendorong adopsi massal kripto adalah ketersediaan stablecoin seperti BUSD yang bertindak sebagai jembatan antara fiat dan kripto.

Ketika buku-buku sejarah ditulis dalam beberapa tahun ke depan, ada kemungkinan besar bahwa sebagian besar buku tersebut akan mengidentifikasi tahun 2021 sebagai titik belok menuju adopsi global mata uang kripto. Pada tahun ini, berdasarkan perkiraan terbaru dari perusahaan teknologi blockchain TripleA, sekitar 300 juta orang di seluruh dunia telah memiliki atau menggunakan kripto pada titik tertentu di hidup mereka.

Apa yang Berubah di Tahun 2021?

Tahun ini, kami melihat beberapa katalis yang mendorong adopsi dan penerimaan kripo yang mencapai puncaknya. 

1. Harga Tertinggi Sepanjang Masa untuk Bitcoin dan Altcoin

Pada tahun 2020, Bitcoin mengalami kejatuhan tiba-tiba yang dipicu oleh pandemi yang menyebabkan harganya turun ke bawah $4.000, sebelum pulih dan menembus level tertingginya -$20.000 untuk menutup tahun 2020. Namun, rekor tertinggi tahun 2020 hanyalah awal dari reli cepat yang meningkatkan harga BTC menjadi di atas $60.000 pada bulan Mei. Baru-baru ini, ledakan kripto telah memicu tingkat pertumbuhan yang serupa untuk altcoin lainnya, sehingga mendorong dan memotivasi lebih banyak orang ke dunia kripto. 

2. Inovasi Kripto: DeFi, NFT, dan Lainnya

Selain momentum yang diciptakan Bitcoin, semakin banyak orang tertarik pada kripto karena inovasi baru yang diperkenalkan, seperti solusi berbasis blockchain seperti DeFi (keuangan terdesentralisasi), NFT (non-fungible token) dan banyak lagi. Hal ini membuka jalan baru dalam industri kripto.

3. Informasi Institusi

Kehadiran investor institusional yang menonjol adalah perbedaan utama antara kenaikan popularitas tahun ini dan ledakan kripto yang sekilas terjadi di tahun 2017. Beberapa perusahaan, seperti Tesla, Square, dan MicroStrategy mulai memberi tahu kepemilikan cadangan Bitcoin mereka, sementara perusahaan pembayaran dan fintech mulai memasukkan kripto ke dalam layanan mereka. Setidaknya satu negara, El Salvador, telah mulai mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah.

4. Adopsi Umum

Pada akhirnya, industri kripto meraih popularitas melalui peningkatan jumlah orang yang mulai berdagang, membeli, dan menggunakan kripto dalam kehidupan sehari-hari mereka. Menurut TripleA, lebih dari 18.000 bisnis di seluruh dunia telah menerima pembayaran kripto pada suatu titik, mulai dari toko-toko kecil hingga perusahaan global seperti Tesla. Ini menjelaskan bagaimana permintaan kripto menciptakan adopsi yang lebih tinggi.

Apakah Kita Sudah Mencapai Puncak atau ini Hanya Awal dari Hal-Hal Lain yang Akan Datang?

Meskipun kehadiran 300 juta pengguna global kripto tampak seperti prestasi yang mengesankan, angka tersebut masih jauh dari sistem moneter global yang menjadi target industri kripto. Misalnya, di Binance, misi kami terletak di “kebebasan uang”, tujuan universal di mana kami memimpikan adopsi kripto mencapai semua bagian di dunia. 

Untuk menjelaskan lebih lanjut mengapa 300 juta masih belum cukup, angka tersebut hanya 3,8% dari populasi dunia (7,9 miliar) atau 5,8% dari total orang di bumi antara usia 15 hingga 65 (5,1 miliar). Kabar baiknya adalah melewati persentase tersebut dalam hal penggunaan global adalah prestasi signifikan yang menandakan bahwa teknologi Bitcoin dan blockchain telah melewati tahap inovasi dan menuju ke tahap adopsi awal. 

Sebagai informasi, kurva adopsi teknologi menyatakan bahwa adopsi global teknologi baru seperti blockchain terjadi dalam lima tahap. Pada tahap pertama, hanya 2,5% orang yang mencoba teknologi baru, yaitu para inovator atau pionir di balik teknologi. Setelah Anda melewati ambang tersebut, Anda mulai mendapatkan pengadopsi awal atau tambahan pengguna sebesar 13,5% dari populasi global. Setelah itu, Anda perlu memperkenalkan 34% dari total populasi untuk mencapai penggunaan massal.

Setelah penggunaan kripto mencapai 50% di seluruh dunia (2,55 miliar orang berusia antara 15 dan 65 tahun), kripto menjadi salah satu teknologi yang paling banyak digunakan di dunia. Sebagai konteks, Google memiliki hampir 4 miliar pengguna, sementara Facebook memiliki hampir 3 miliar pengguna.

Lima Negara Teratas dalam Adopsi Kripto

Di luar demografi global, kami juga dapat menilai adopsi kripto per negara. Karena beberapa faktor yang ada di setiap negara di dunia, mulai dari ekonomi hingga regulasi, ada negara yang lebih maju dalam hal penggunaan kripto. Kami telah menyoroti negara-negara ini di bawah berdasarkan peringkat survei terbaru oleh Statista.

1. Nigeria - 32%

Yang teratas di dalam daftar adalah negara Afrika berpenduduk hampir 200 juta orang, khususnya di kalangan yang lebih muda dan paham teknologi. Dari mayoritas orang Nigeria yang sudah mahir mengirim uang dan membayar melalui ponsel mereka, hampir sepertiga orang Nigeria yang disurvei oleh Statista telah menggunakan atau memiliki kripto. 

2. Vietnam - 21%

Negara Asia Tenggara yang berkembang pesat secara ekonomi dan memiliki populasi hampir 100 juta ini juga telah melihat permintaan besar dalam kripto, dengan aktivitas yang bervariasi dari perdagangan dan P2P hingga pembayaran dan kegunaan lainnya. Menurut Chainalysis, pedagang kripto meraup $400 juta melalui penghasilan kripto mereka pada tahun 2020.

3. Filipina - 20%

Sebagai negara Asia Tenggara lainnya dengan situasi ekonomi dan demografi yang mirip dengan Vietnam, negara kepulauan ini telah menunjukkan minat mereka dalam mengadopsi kripto. Bank sentral negara tersebut telah memberikan lisensi kepada perusahaan kripto, sementara pemerintahnya mendistribusikan obligasi melalui aplikasi blockchain. Dilihat dari pengguna sehari-hari, negara ini telah menjadi tempat populer bagi game play-to-earn berbasis blockchain.

4. Turki - 16%

Di negara yang berada di persimpangan Eropa dan Asia ini, perusahaan kripto telah tumbuh begitu besar sehingga mereka mensponsori tim sepak bola nasional dan klub sepak bola juga menawarkan token penggemar berbasis blockchain. Beberapa orang Turki telah menyatakan bahwa Bitcoin adalah alternatif utama mereka untuk investasi. Hal ini tidak mengejutkan mengingat negara tersebut mencatat $300 juta dalam penghasilan Bitcoin tahun lalu.

5. Peru - 16%

Amerika Latin telah menjadi sarang adopsi kripto, di mana negara-negara seperti Brasil, Argentina, dan Venezuela menjadi saksi dari berbagai aktivitas utama di bidang kripto sebagai respons terhadap situasi ekonomi di masing-masing negara. Dari setidaknya enam negara Amerika Latin dengan persentase adopsi kripto yang mencapai dua digit, Peru adalah yang paling maju.

(Sumber: Statista)



BUSD: Membantu Dunia Mengadopsi Kripto

Meskipun peningkatan adopsi kripto di negara-negara yang disorot di atas dapat dikaitkan dengan beberapa faktor endemik di wilayah mereka, satu faktor global yang sering dikesampingkan adalah peningkatan kenyamanan dalam mengonversi mata uang lokal ke stablecoin dan mata uang kripto lainnya. Sebagai pemain utama di balik faktor kenyamanan ini, BUSD telah membantu memfasilitasi transisi ke kripto untuk lebih dari satu juta pengguna kripto.

BUSD adalah stablecoin 1:1 yang didukung USD yang diterbitkan oleh Paxos dan disetujui oleh Departemen Layanan Keuangan Negara Bagian New York (NYDFS). BUSD telah tumbuh menjadi salah satu dari 10 mata uang kripto teratas di seluruh dunia dan memiliki peringkat No. 3 di antara semua stablecoin, dengan kapitalisasi pasar mendekati $12 miliar, kurang dari sebulan setelah meraih pencapaian sebesar $10 miliar.

Berikut adalah lima alasan mengapa BUSD memegang peran kunci dalam meningkatkan adopsi kripto di seluruh dunia:

1. Dipercaya oleh Jutaan Orang

Sekitar 1.1 juta orang sudah memiliki BUSD, di mana 63% dari mereka memiliki BUSD secara on-chain di Binance Smart Chain. Ini berarti ribuan orang mempercayai BUSD sebagai stablecoin pilihan mereka untuk solusi keuangan terdesentralisasi (DeFi) berbasis blockchain, begitu pun beberapa platform lain di seluruh dunia, termasuk 30+ bursa kripto, 20+ dompet, 400+ aplikasi terdesentralisasi, dan ratusan penggunaan lainnya.

2. Standar Kepatuhan Tinggi

BUSD merupakan stablecoin yang dipatok 1:1 dengan USD, disetujui oleh Departemen Layanan Keuangan Negara Bagian New York (NYDFS) dan diterbitkan dari kemitraan dengan Paxos. Ini menjadikan BUSD aset digital yang telah disetujui sebelumnya untuk penyimpanan dan perdagangan oleh salah satu pemegang lisensi mata uang virtual NYDFS. Hal ini meningkatkan rasa aman pengguna saat menggunakan stablecoin.

3. Memberi Akses yang Lebih Inklusif

Inklusi keuangan merupakan tantangan bagi negara berkembang, termasuk lima negara yang kami sebutkan di atas. Peran BUSD sebagai jembatan antara keuangan tradisional dan DeFi pada akhirnya mendorong visi “kebebasan uang” Binance. Seiring berlanjutnya rintangan keuangan konvensional, (bunga hampir 0% untuk tabungan, inflasi, dll.), stablecoin seperti BUSD membuka peluang baru bagi orang-orang yang terputus dari ekonomi global untuk menemukan cara alternatif untuk memperoleh penghasilan dari aset mereka.

4. Membuka Peluang Baru

Berbicara tentang DeFi dan penghasilan, BUSD menawarkan APY (hasil persentase tahunan) yang menarik untuk layanan DeFi seperti farming hasil dan pool likuiditas. Melalui penggunaan BUSD, pengguna kripto dapat menerima keuntungan dengan aman sekaligus melindungi diri mereka dari ketidakpastian terkait fiat dan produk kripto khas DeFi yang menawarkan risiko dan hasil yang tinggi.

5. Nol Biaya

Sejalan dengan misi “kebebasan uang”, Binance menawarkan nol biaya transaksi pada empat pasangan dagang BUSD, nol biaya maker untuk semua biaya dagang BUSD, dan nol biaya pada penarikan BUSD menggunakan Binance Smart Chain. Di Binance, kami bekerja lebih keras untuk memastikan lebih banyak pengguna mengadopsi kripto tanpa khawatir tentang pembayaran tambahan.

Kesimpulan: Inovasi dan Kerja Sama untuk Adopsi Global

Pada akhirnya, adopsi kripto massal akan membutuhkan kombinasi antara inovasi dan kerja sama global. Di Binance, kami percaya dalam memfasilitasi adopsi dengan cara yang sehat melalui kolaborasi proaktif dengan regulator lokal dan memimpin industri menuju tujuan bersama—pengalaman kripto yang aman dan terjamin untuk semua pengguna. Dalam konferensi pers virtual baru-baru ini, CEO Binance Changpeng Zhao (CZ) mengatakan, “Kami berpandangan bahwa datangnya para regulator adalah hal yang bagus… untuk mencapai 10%, 20%, 80%, 99% adopsi [kripto]." 

Seiring kami membantu memperluas penggunaan kripto ke lebih banyak orang, kami akan terus memprioritaskan keamanan pengguna, termasuk kampanye edukasi dan perlindungan pengguna, langkah-langkah keamanan yang ditingkatkan, dan platform yang stabil dan dipelihara secara teratur.  Selain BUSD, Binance telah mengembangkan banyak inovasi yang memfasilitasi adopsi lebih lanjut, seperti Kartu Binance dan Binance Pay, dan membuka cara baru untuk menggunakan kripto dan blockchain, seperti NFT Binance dan Binance Smart Chain yang dipimpin oleh komunitas.

Seiring industri kripto memberdayakan lebih banyak individu untuk mengambil keuntungan dari peluang keuangan yang sebelumnya tidak tersedia, Binance akan terus membantu mendorong pertumbuhan kripto, melalui layanan kripto seperti BUSD, menjadi teknologi yang mengubah dunia dan memiliki andil penting seperti Facebook dan Google.

Bantu lahirkan adopsi kripto massal dan daftar akun Binance hari ini.

Baca artikel lainnya: 

Catatan: Artikel ini tidak mendukung mata uang kripto atau proyek kripto apa pun dan bukan dimaksudkan sebagai saran investasi langsung, melainkan sebagai titik awal dalam perjalanan Anda untuk meneliti dan mencapai kesimpulan Anda sendiri. Binance tidak bertanggung jawab atas hasil apa pun yang muncul dari aktivitas perdagangan mandiri Anda.