Ancaman komputer kuantum terhadap crypto
1.Memecahkan ECDSA / secp256k1 (dipakai Bitcoin, Ethereum, dll) dengan Shor’s Algorithm.
2.Berisiko mencuri dana dari alamat yang public key-nya sudah terekspos.
Akan tetapi Komputer kuantum saat ini BELUM cukup kuat untuk memecahkan kunci crypto publik,ancaman nyata diperkirakan 10–20 tahun, masih diperdebatkan.
Apakah crypto bisa “mengatasi” masalah ini?
Ya, secara teknis bisa. Caranya:
a. Quantum-resistant cryptography
Algoritma baru yang tahan kuantum, misalnya:
Lattice-based (Dilithium, Falcon)
Hash-based (SPHINCS+)
Multivariate & code-based
NIST(National Institute of Standards and Technology) sudah memilih standar post-quantum cryptography (PQC).
b. Upgrade blockchain (hard fork)
Blockchain dapat:
Mengganti algoritma tanda tangan
Menambah skema hybrid (ECDSA + PQC)
Memindahkan dana ke alamat baru yang aman
Bitcoin, Ethereum, dan proyek besar secara teknis bisa di-upgrade.
3. Risiko nyata saat ini
Yang berisiko lebih dulu:
Alamat lama Bitcoin (P2PK) yang public key-nya sudah terbuka
Wallet yang reuse address berkali-kali
Yang relatif aman:
Alamat modern (P2PKH, Bech32)
Tidak membuka public key sampai transaksi dilakukan
4. Masalah terbesar bukan teknologi
Hambatan utama:
Konsensus komunitas (hard fork besar)
Kompatibilitas wallet & node
Ukuran signature PQC jauh lebih besar