Korea Selatan hampir pasti menunda lagi pajak kriptonya — ini penundaan keempat, dan kali ini sasarannya 2029.

Fakta: Anggota parlemen Partai Demokrat yang duduk di Komite Keuangan parlemen sepakat pada 3 Nov 2026 untuk merekomendasikan penundaan pajak penghasilan kripto ke pimpinan partai, dengan opsi utama geser sekitar dua tahun: dari 1 Jan 2027 menjadi 1 Jan 2029 (Seoul Economic Daily, dikutip KuCoin dan Analytics Insight, 3 Nov). Pajaknya sendiri 22% atas keuntungan tahunan di atas 2,5 juta won. Alasannya: data transaksi dari bursa luar negeri belum lengkap, pertukaran data internasional lewat kerangka CARF OECD baru berjalan penuh pada 2029, dan UU Aset Digital masih belum rampung. Penting dicatat: ini belum hukum — mengubah jadwal butuh parlemen mengamendemen UU Pajak Penghasilan, dan sampai itu terjadi jadwal yang berlaku tetap 1 Jan 2027.

Opiniku: Ini bukan pembatalan pajak, ini pengakuan soal kesiapan. Korea sudah tiga kali menunda sejak kerangka ini disetujui 2020, jadi pasar di sana paham polanya: pajaknya tetap datang, hanya waktunya yang terus mundur. Buat investor, yang berubah bukan beban pajaknya, tapi kepastian waktunya — dan ketidakpastian itulah yang selama ini menahan. Di tengah BTC yang pagi ini masih di sekitar $76.770, kabar seperti ini kubaca sebagai pereda tekanan regulasi, bukan pemicu reli.

Yang aku pantau selanjutnya: keputusan pimpinan Partai Demokrat dalam 1–2 minggu ke depan, nasib RUU yang mengaitkan mulai pajak dengan tonggak CARF, dan pembahasan RUU pajak hingga awal Desember.

Menurut kalian, penundaan keempat ini bikin investor Korea lebih berani masuk, atau justru makin menunggu sampai aturannya benar-benar final?

Ini analisisku, bukan nasihat finansial — DYOR selalu.

#PajakKripto #KoreaSelatan $BTC