Pelaku peretasan Binance masih memegang 525.200 ETH — sekitar $3,1 miliar — dan belum satu pun dikirim ke bursa atau mixer.

Fakta: per 31 Okt 2026 pukul 16:51 UTC, dompet-dompet yang dikaitkan dengan serangan 29 Okt itu memegang sekitar 525.200 ETH. Hanya sekitar 200.600 ETH yang langsung diambil dari dompet Binance; sisanya dibeli lewat swap dari stablecoin dan token curian lainnya, plus TRX. Dari total $6,3 miliar yang dicuri, sekitar $2,7 miliar sudah dibekukan oleh Tether, Circle, dan Arbitrum — tapi $729 juta stablecoin sempat di-swap sebelum pembekuan mendarat. Sebagian TRX belakangan bergerak lewat THORChain dan Relay bridge, lalu kembali menjadi ETH di dompet baru. Sejauh ini, dompet-dompet terbesar itu belum pernah mengirim satu transaksi pun.

Opiniku: ini sisi lain dari kabar pemulihan 90% yang sudah kita rayakan — kerugian nasabah memang sudah ditutup, tapi overhang pasokan $3,1 miliar ini tetap jadi risiko laten buat ETH. Selama koin-koin itu diam, pasar bisa bernapas lega; begitu ada pergerakan pertama ke alamat deposit bursa, itu sinyal jual yang wajib diwaspadai. ETH sendiri pagi ini masih di sekitar $2.253, BTC sekitar $77.500 — tenang, tapi tenang di bawah bayang-bayang ini.

Yang aku pantau selanjutnya: pergerakan pertama dompet-dompet itu, dan apakah ETH bertahan di kisaran $2.200–$2.250 selagi cerita ini bergulir.

Menurut kalian, dompet peretas ini bakal jadi tekanan jual nyata, atau pasar sudah memperhitungkannya sejak awal?

Ini analisiku, bukan nasihat finansial — DYOR selalu.

#CryptoNews #Ethereum $ETH $BTC