Pasar RWA (Real World Assets) berkembang melampaui sekadar memasukkan aset tradisional ke blockchain.
Tahap berikutnya bukan hanya tentang melakukan tokenisasi aset, tetapi tentang apa yang dapat dilakukan dengan aset tersebut setelah menjadi token, seperti:
-diperdagangkan,
-menyediakan likuiditas,
-digunakan sebagai jaminan,
-digunakan dalam aktivitas pinjaman
Kesimpulan Utama (Poin-Poin)
1. Pasar RWA masih sangat kecil dibandingkan pasar tradisional. Saat ini baru sekitar 0,01% aset dunia yang sudah ditokenisasi, sehingga peluang pertumbuhannya masih sangat besar.
2. Pertumbuhan tokenisasi saham sangat cepat, tetapi tantangan berikutnya adalah meningkatkan penggunaan aset tersebut.
CAR menjadi indikator penting dalam perkembangan RWA.
3. Tokenisasi membuka peluang agar aset seperti obligasi, saham, properti, dan komoditas dapat digunakan dalam sistem keuangan digital.
4. Narasi utama RWA ke depan: bukan “berapa banyak aset yang masuk blockchain”, tetapi “seberapa berguna aset tersebut setelah masuk blockchain”.
Tahap berikutnya bukan hanya tentang melakukan tokenisasi aset, tetapi tentang apa yang dapat dilakukan dengan aset tersebut setelah menjadi token, seperti:
-diperdagangkan,
-menyediakan likuiditas,
-digunakan sebagai jaminan,
-digunakan dalam aktivitas pinjaman
Kesimpulan Utama (Poin-Poin)
1. Pasar RWA masih sangat kecil dibandingkan pasar tradisional. Saat ini baru sekitar 0,01% aset dunia yang sudah ditokenisasi, sehingga peluang pertumbuhannya masih sangat besar.
2. Pertumbuhan tokenisasi saham sangat cepat, tetapi tantangan berikutnya adalah meningkatkan penggunaan aset tersebut.
CAR menjadi indikator penting dalam perkembangan RWA.
3. Tokenisasi membuka peluang agar aset seperti obligasi, saham, properti, dan komoditas dapat digunakan dalam sistem keuangan digital.
4. Narasi utama RWA ke depan: bukan “berapa banyak aset yang masuk blockchain”, tetapi “seberapa berguna aset tersebut setelah masuk blockchain”.
