Poin Penting

  • Transaksi berbasis intent memungkinkan pengguna menentukan hasil yang diinginkan alih-alih langkah spesifik untuk mencapainya.

  • Model ini memindahkan kompleksitas eksekusi dari pengguna ke agen pihak ketiga khusus yang dikenal sebagai solver atau filler.

  • Transaksi berbasis intent dapat membuat pengalaman berdagang lebih lancar, menghemat biaya, dan melindungi Anda dari beberapa bot trading.

  • Namun, ada beberapa keterbatasan, seperti potensi risiko sentralisasi dan kurangnya transparansi terkait cara perantara (solver) mengeksekusi perdagangan.

spanduk kursus Binance Academy

Pendahuluan

Pada masa awal keuangan terdesentralisasi (DeFi), berdagang terasa seperti menyelesaikan puzzle. Anda harus memperhitungkan biaya gas, memilih jalur terbaik untuk perdagangan Anda, dan berharap transaksi tidak gagal. Jika salah langkah, Anda dapat kehilangan uang.

Transaksi berbasis intent (niat) dirancang untuk mengatasi masalah ini dengan membuat DeFi lebih mudah diakses. Alih-alih memberikan sekotak alat dan menyuruh Anda membangun mobil, sistem ini berfungsi seperti sopir taksi: Anda cukup mengatakan tujuan Anda, lalu sistem akan mengemudikannya.

Apa Itu Intent?

Dalam DeFi, intent adalah tujuan Anda. Jadi, berbeda dengan transaksi standar yang mencantumkan instruksi spesifik (misalnya, "Lakukan A, lalu B, untuk mendapatkan C"), intent cukup menyatakan hasil yang diinginkan (misalnya, "Saya menginginkan X dan bersedia membayar Y”). Mari bandingkan model intent yang baru ini dengan metode tradisional.

Metode tradisional: Imperatif

Ini adalah pendekatan "Lakukan Sendiri". Anda harus memberikan instruksi spesifik ke blockchain.

  • Contoh: "Ambil token saya, pergi ke pool tertentu ini, swap, bayar gas sejumlah ini, dan kirim token baru ke dompet saya."

  • Masalah: Jika biaya gas berubah atau pool kosong, perdagangan Anda akan gagal. Anda harus benar-benar memahami cara kerja sistemnya.

Metode terbaru: Intent Deklaratif

Ini adalah pendekatan "Wujudkan Untuk Saya" yang kami sebutkan sebelumnya. Anda berfokus pada hasil akhir.

  • Contoh: "Saya memiliki 1 ETH dan menginginkan minimum 2.000 USDC. Wujudkan.”

  • Solusi: Anda tidak memedulikan pool yang digunakan ataupun pembayaran biaya gas. Anda hanya ingin agar hasil akhirnya sesuai permintaan Anda.

Bagaimana Cara Kerja Sistem Berbasis Intent?

Dalam arsitektur yang berfokus pada intent, siklus hidup transaksi berubah signifikan dibandingkan model mempool publik standar.

  1. Ekspresi pengguna: Pengguna menandatangani sebuah pesan (intent) yang mendefinisikan tujuan spesifiknya, seperti swap Token A ke Token B di harga minimum.

  2. Outsourcing: Intent ini disebarkan ke jaringan agen pihak ketiga yang biasanya disebut solver, searcher, atau filler.

  3. Eksekusi: Solver bersaing untuk menemukan jalur eksekusi paling optimal. Mereka dapat menggabungkan likuiditas dari berbagai sumber, mengelompokkan beberapa order, atau menggunakan inventaris mereka sendiri untuk memenuhi permintaan.

  4. Penyelesaian: Solver yang menang mengeksekusi transaksi secara on-chain. Dalam banyak desain, solver membayar biaya gas di awal lalu diganti melalui perdagangan.

Manfaat Transaksi Berbasis Intent

Pengalaman pengguna (UX) yang lebih baik

Intent mengabstraksikan kerumitan teknis DeFi. Pengguna tidak perlu khawatir dengan lonjakan biaya gas, transaksi yang gagal, atau menjembatani aset secara manual antar-chain. Misalnya, perdagangan "bebas gas" dapat dilakukan karena solver dapat membayar biaya jaringan dengan aset asli (seperti ETH), sementara pengguna membayar dengan token yang mereka swap (misalnya, USDC).

Perlindungan MEV

Dalam perdagangan tradisional, pengguna rentan terhadap serangan Maximum Extractable Value (MEV) seperti front-running atau sandwich. Sistem berbasis intent sering kali melindungi pengguna dengan mendelegasikan risiko eksekusi kepada solver. Karena perdagangan baru diselesaikan saat syarat pengguna terpenuhi, solver terdorong untuk melindungi nilai perdagangan tersebut.

Efisiensi modal dan penetapan harga yang lebih baik

Dengan melakukan outsourcing eksekusi, pengguna memperoleh akses ke pasar solver yang bersaing mencari harga terbaik di sumber likuiditas on-chain dan off-chain. Solver juga dapat mengelompokkan beberapa transaksi sekaligus (coincidence of wants), sehingga efisiensi meningkat dan dampak keseluruhan pada jaringan berkurang.

Contoh Platform DeFi Dengan Transaksi Berbasis Intent

Banyak protokol DeFi telah mengadopsi model berbasis intent untuk meningkatkan layanannya:

  • CoW Protocol: Menggunakan lelang kelompok untuk mencocokkan perdagangan dan melindungi pengguna dari MEV.

  • UniswapX: Menggabungkan likuiditas dari berbagai sumber dan menawarkan swap bebas gas menggunakan mekanisme lelang Belanda.

  • 1inch Fusion: Memungkinkan pengguna memasang order yang dijalankan oleh resolver profesional yang membayar biaya gas.

  • Across Protocol: Memanfaatkan intent untuk bridging cross-chain yang cepat dan hemat biaya.

Risiko dan Tantangan

Meskipun intent membuat hidup lebih mudah, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai:

  • Risiko sentralisasi: Saat ini, menjadi solver adalah pekerjaan berat. Jika hanya segelintir perusahaan besar yang mampu melakukannya, maka sistem bisa menjadi kurang terdesentralisasi.

  • Kepercayaan: Anda harus percaya bahwa sistem solver berjalan secara adil. Karena sebagian eksekusi terjadi di luar blockchain utama, kita makin sulit mengetahui progres secara persisnya dibandingkan metode sebelumnya.

Penutup

Transaksi berbasis intent bertujuan membuat DeFi semudah aplikasi perbankan konvensional. Dengan fokus pada apa yang Anda inginkan alih-alih bagaimana mendapatkannya, teknologi menjadi tidak kasat mata. Seiring perkembangan teknologi ini, kita bisa mengharapkan perdagangan yang lebih mudah, murah, dan aman untuk seluruh pengguna DeFi.

Bacaan Lebih Lanjut

Penafian: Konten ini disajikan kepada Anda dengan dasar “sebagaimana adanya” hanya sebagai informasi umum dan edukasi tanpa pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun. Konten ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, hukum, atau profesional lainnya ataupun dimaksudkan untuk merekomendasikan pembelian produk atau jasa tertentu. Anda sebaiknya mencari nasihat dari penasihat profesional yang sesuai. Produk yang disebutkan dalam artikel ini mungkin tidak tersedia di wilayah Anda. Jika suatu artikel merupakan kontribusi dari kontributor pihak ketiga, harap diperhatikan bahwa pandangan yang dinyatakan merupakan milik kontributor pihak ketiga tersebut dan tidak mencerminkan pandangan Binance Academy. Silakan baca penafian lengkap kami untuk mengetahui detail lebih lanjut. Harga aset digital dapat menjadi volatil. Nilai investasi Anda mungkin turun atau naik. Anda mungkin tidak mendapatkan kembali jumlah yang sudah diinvestasikan. Anda bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keputusan investasi Anda. Binance Academy tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian yang mungkin Anda alami. Materi ini juga tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, hukum, atau profesional lainnya. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, lihat Ketentuan Penggunaan dan Peringatan Risiko kami.