Jauh sebelum Satoshi Nakamoto menciptakan Bitcoin (BTC), tokoh visioner asal Amerika Serikat, Richard Buckminster Fuller, telah membayangkan sistem ekonomi baru berbasis energi sejak tahun 60-an. Meskipun tidak menyebut Bitcoin secara harfiah, ia memprediksi munculnya bentuk uang digital jauh sebelum istilah crypto dikenal dunia,
„Ich werde über etwas sprechen, das eines der großen Bewusstseins im Jahr 2000 sein wird,“ sagte er in einem Interview im Jahr 1967.
Fuller erklärte über die neue Währung, die die Revolution des Reichtums im Jahr 2018 auslösen wird. Adapun, pandangannya tentang sistem keuangan masa depan sejalan dengan gagasan ekonom seperti Friedrich Hayek dan Milton Friedman, yang juga memprediksi hadirnya uang digital.
„Ein realistisches wissenschaftliches Buchhaltungssystem, in dem Reichtum nicht mehr Gold ist wie zu Zeiten der Piraten, sondern Energie,“ fügte er hinzu.
Fuller juga dikenal sebagai ‘kakek dari masa depan’ karena selalu menolak sistem lama yang dianggap usang dan tidak efisien. Untuk itu, dirinya menegaskan perlunya sistem baru yang adil serta berbasis keilmuan.
Di sisi lain, Robert Kiyosaki, penulis buku Rich Dad Poor Dad, juga menilai Fuller meramalkan blockchain. Dalam pengalamannya bertemu langsung dengan sang penemu pada 1980-an, Kiyosaki meyakini apa yang diprediksi Fuller sebenarnya adalah blockchain, pondasi dari cryptocurrency saat ini.
Gagasannya tentang ekonomi digital juga tertuang dalam buku terkenalnya berjudul Critical Path (1981). Dalam buku itu, ia menulis komputer akan memungkinkan sistem distribusi kekayaan secara elektronik melalui permainan digital yang transparan dan tanpa otoritas pusat.
Menurutnya, sistem seperti ini akan menggerakkan barang dan jasa secara efisien, dengan insentif bagi mereka yang mau berpartisipasi, mirip Bitcoin.
„Ich werde über etwas sprechen, das eines der großen Bewusstseins im Jahr 2000 sein wird,“ sagte er in einem Interview im Jahr 1967.
Fuller erklärte über die neue Währung, die die Revolution des Reichtums im Jahr 2018 auslösen wird. Adapun, pandangannya tentang sistem keuangan masa depan sejalan dengan gagasan ekonom seperti Friedrich Hayek dan Milton Friedman, yang juga memprediksi hadirnya uang digital.
„Ein realistisches wissenschaftliches Buchhaltungssystem, in dem Reichtum nicht mehr Gold ist wie zu Zeiten der Piraten, sondern Energie,“ fügte er hinzu.
Fuller juga dikenal sebagai ‘kakek dari masa depan’ karena selalu menolak sistem lama yang dianggap usang dan tidak efisien. Untuk itu, dirinya menegaskan perlunya sistem baru yang adil serta berbasis keilmuan.
Di sisi lain, Robert Kiyosaki, penulis buku Rich Dad Poor Dad, juga menilai Fuller meramalkan blockchain. Dalam pengalamannya bertemu langsung dengan sang penemu pada 1980-an, Kiyosaki meyakini apa yang diprediksi Fuller sebenarnya adalah blockchain, pondasi dari cryptocurrency saat ini.
Gagasannya tentang ekonomi digital juga tertuang dalam buku terkenalnya berjudul Critical Path (1981). Dalam buku itu, ia menulis komputer akan memungkinkan sistem distribusi kekayaan secara elektronik melalui permainan digital yang transparan dan tanpa otoritas pusat.
Menurutnya, sistem seperti ini akan menggerakkan barang dan jasa secara efisien, dengan insentif bagi mereka yang mau berpartisipasi, mirip Bitcoin.
